RADARTUBAN - Mantan striker top Argentina, Carlos Tevez, resmi pensiun dari sepak bola profesional pada 2022.
Namun, kabar terbaru yang mengejutkan datang dari Tevez, yang mengungkapkan rencana besar untuk menggelar pertandingan perpisahan yang mempertemukan dua ikon sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Laga tersebut dirancang bukan sekadar untuk nostalgia, melainkan sebuah momen ikonik yang ingin menyatukan Ronaldo dan Messi dalam satu tim di pertandingan spesial.
Rencana pertandingan ini pertama kali diungkap Tevez dalam wawancara eksklusif bersama platform streaming Olga.
Ia menyampaikan niatnya dengan penuh semangat, bahkan menyebut dirinya akan langsung menjemput Messi dan Ronaldo secara pribadi.
“Ya, saya akan menggelarnya, laga perpisahan. Sepertinya saya akan melakukannya. Kami hanya perlu menentukan waktunya. Tidak mudah. Leo Messi, Cristiano… kami akan bawa mereka. Saya sendiri yang akan menjemput mereka. Nomor mereka masih ada di WhatsApp saya,” ungkap Tevez.
Dalam wawancara tersebut, Carlos Tevez tidak hanya menyebut dua mega bintang dunia itu. Ia juga memaparkan susunan pemain impiannya yang akan terlibat dalam pertandingan ini.
Nama-nama besar seperti Van der Sar, Gianluigi Buffon, hingga Patrice Evra dan Andrea Pirlo masuk dalam daftar pemain yang ingin ia hadirkan.
Tak lupa, Paul Scholes, Wayne Rooney, hingga legenda Argentina Juan Roman Riquelme juga akan diundang. “(Edwin) Van der Sar di satu tim, (Gianluigi) Buffon di tim lain Rooney,” lanjutnya.
Laga ini rencananya akan digelar di La Bombonera, stadion bersejarah milik klub Boca Juniors. Stadion ini bukan sekadar tempat biasa bagi Tevez.
La Bombonera adalah tempat di mana kariernya bermula dan namanya melejit ke kancah internasional.
Memilih venue ini sebagai tempat pertandingan perpisahan menjadi bentuk penghormatan Tevez terhadap akar kariernya.
Rencana Carlos Tevez untuk menyatukan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dalam satu tim tentu menjadi daya tarik utama.
Selama ini, keduanya dikenal sebagai rival abadi dalam dunia sepak bola.
Tevez sendiri punya hubungan dekat dengan keduanya, yakni pernah satu tim dengan Ronaldo di Manchester United dan bermain bersama Messi di Timnas Argentina.
Menghadirkan mereka bersama dalam satu lapangan, bahkan satu tim, bisa menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam dunia sepak bola modern.
Tevez menekankan bahwa laga ini bukan hanya soal sepak bola, tapi juga soal pertemanan dan keluarga.
Nama-nama seperti Patrice Evra disebut sebagai "saudara" oleh Tevez, menandakan betapa erat hubungan yang ingin ia bangun dalam laga tersebut.
Momen ini juga menjadi bentuk penghargaan terakhir Tevez terhadap para pemain yang pernah mewarnai perjalanan kariernya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni