RADARTUBAN - Manchester United cetak comeback dramatis saat menghadapi Lyon dalam laga leg kedua perempat final Liga Europa.
Pertandingan di Old Trafford tersebut menjadi sorotan, tidak hanya karena jumlah gol yang tercipta, tetapi juga karena kontroversi kartu merah yang diterima kapten Lyon, Corentin Tolisso.
Manchester United berada dalam tekanan besar ketika Ruben Amorim dan pasukannya tampil dominan di babak pertama.
Lyon unggul dua gol tanpa balas sebelum The Red Devils bangkit.
Bruno Fernandes memulai kebangkitan dengan sebuah gol penting.
Disusul oleh Kobbie Mainoo yang mencetak gol cantik ke sudut bawah gawang.
Harry Maguire kemudian menjadi pahlawan. Ditempatkan sebagai penyerang tambahan, bek tengah itu sukses menanduk umpan Casemiro untuk mengunci kemenangan 5-4.
Berkat hasil ini, Manchester United melaju ke semifinal dan akan menghadapi Athletic Club.
Kontroversi Kartu Merah Corentin Tolisso
Namun, keberhasilan Manchester United cetak comeback dramatis tak lepas dari kontroversi.
Pada menit ke-89, wasit Sandro Scharer mengeluarkan kartu kuning kedua kepada Corentin Tolisso, yang dinilai menjegal Leny Yoro dari belakang.
Tayangan ulang memperlihatkan bahwa kontak fisik antara Tolisso dan Yoro sangat minim.
Tindakan wasit ini pun menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk mantan wasit Liga Premier Inggris, Mark Clattenburg.
Mark Clattenburg Kritik Keputusan Wasit
Clattenburg menyampaikan keberatannya terhadap keputusan tersebut dalam wawancara eksklusif bersama United in Focus.
Dia menilai bahwa seharusnya VAR dapat campur tangan dalam situasi seperti ini.
“Kartu merah untuk Tolisso adalah keputusan yang konyol. Kartu kuning itu diberikan karena dianggap menghentikan serangan yang menjanjikan, padahal tidak seperti itu karena masih ada bek lain yang bisa menghalau bola,” ujarnya.
“Dari sudut pandang lain, saya juga tidak melihat ada kontak yang cukup untuk dianggap pelanggaran. Jadi, Manchester United diuntungkan dalam keputusan ini,” tambah Clattenburg.
Dukungan dari Rio Ferdinand
Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, juga mengomentari insiden tersebut saat menjadi pundit di TNT Sports. Ia menilai bahwa Tolisso tidak layak menerima kartu merah.
“Menurut saya itu keputusan yang keras, sangat keras. Itu tidak disengaja,” ujar Ferdinand.
Dukungan Ferdinand dan Clattenburg menyoroti kebutuhan akan perubahan sistem VAR, khususnya dalam kasus pemberian kartu kuning kedua yang berdampak besar pada jalannya pertandingan.
Desakan untuk Perubahan Aturan VAR
Insiden dalam laga Manchester United vs Lyon menjadi contoh nyata pentingnya revisi terhadap sistem VAR.
Saat ini, aturan tidak mengizinkan VAR untuk mengkaji kartu kuning kedua, padahal dampaknya bisa sangat krusial seperti dalam kasus Tolisso.
Pakar dan mantan wasit seperti Clattenburg mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar sistem ini bisa lebih adil dan transparan, sehingga tidak ada tim yang diuntungkan secara tidak wajar di pertandingan-pertandingan penting.
“Sayangnya, VAR tidak bisa ikut campur untuk kartu kuning kedua, tapi ini seharusnya jadi bahan diskusi mengapa tidak, apalagi jika keputusannya jelas-jelas keliru,” tutupnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama