RADARTUBAN - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, secara tegas menyatakan bahwa musim ini buruk bagi timnya, meski peluang untuk kembali tampil di Liga Champions masih terbuka.
Pernyataan ini muncul usai kemenangan dramatis atas Aston Villa dengan skor 2-1, yang ditentukan oleh gol Matheus Nunes pada menit ke-94.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Guardiola tidak segan menyampaikan evaluasi jujur terhadap performa tim.
“Musim ini buruk,” ujar Guardiola dengan tegas.
“Tidak masalah apakah kami lolos ke final, atau ke Liga Champions. Realitasnya, yang menentukan apakah musim ini bagus atau tidak adalah Premier League, bukan Liga Champions, bukan juga Piala FA. Konsistensi di Premier League adalah tolok ukurnya,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan fokus Guardiola yang lebih menitikberatkan pada performa di kompetisi domestik sebagai indikator kesuksesan, bukan sekadar hasil akhir di turnamen.
Meski menyebut musim ini tidak memuaskan, Guardiola mengakui pentingnya posisi di empat besar klasemen.
“Ada tekanan besar di klub ini untuk lolos ke Liga Champions,” ucapnya.
Hal ini tak lepas dari keberhasilan Manchester City menjuarai kompetisi tersebut pada tahun 2023, yang menciptakan ekspektasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk para suporter dan manajemen klub.
Kini Manchester City, Pep Guardiola, dan Liga Champions pun menjadi sorotan utama dalam dinamika performa klub musim ini.
Pertandingan kontra Aston Villa menjadi bukti bahwa City belum kehilangan semangat juang.
Gol penentu Matheus Nunes di penghujung laga disambut Guardiola dengan ekspresi penuh emosi.
“Saya sangat senang, saya harus mengakuinya,” tambahnya.
Emosi ini mencerminkan tekanan mental dan tuntutan besar yang menyelimuti tim dalam upaya mempertahankan eksistensi di papan atas Premier League.
Dengan sisa empat pertandingan di Premier League, Guardiola menaruh harapan tinggi pada anak asuhnya.
“Kalau kami bisa memenangkan empat pertandingan terakhir, itu akan sangat penting,” katanya lagi.
Peluang untuk finis di posisi empat besar memang masih terbuka, tetapi Guardiola menekankan bahwa keberhasilan itu tak cukup untuk menutupi inkonsistensi sepanjang musim.
Bagi Guardiola, Premier League adalah parameter utama. Ia menyadari bahwa persaingan musim ini luar biasa ketat.
“Terkadang Anda mengalami musim yang buruk, dan level persaingan di Premier League saat ini luar biasa,” ujarnya.
Dengan demikian, Guardiola menutup segala spekulasi bahwa pencapaian di turnamen lain bisa menutupi kegagalan dalam mempertahankan performa konsisten di liga domestik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni