RADARTUBAN - Direktur Olahraga Barcelona, Deco, menegaskan bahwa Wojciech Szczesny penjaga gawang yang awalnya didatangkan sebagai pelapis saat darurat akan tetap menjadi bagian dari skuad utama Blaugrana musim depan.
Di bawah arahan pelatih Hansi Flick, Barcelona masih mengejar treble, saat ini mereka kokoh di puncak klasemen La Liga, telah menembus final Copa del Rey, dan memastikan satu tempat di semifinal Liga Champions.
Barcelona sempat kehilangan kekuatan di bawah mistar gawang saat Marc-André ter Stegen cedera, namun Barca berhasil mengatasi situasi dengan membujuk Szczesny yang sudah memutuskan pensiun untuk kembali merumput.
Di luar dugaan, Szczesny berhasil tampil gemilang dan jadi andalan sebagai penjaga gawang utama, dan memberikan dampak besar bagi tim.
Dalam kondisi keuangan yang masih belum stabil, keberhasilan Barcelona merekrut kiper berpengalaman tanpa biaya transfer menjadi langkah cerdas, dan inilah yang membuat manajemen berharap Szczesny bertahan.
Meski perekrutan Szczesny terbukti jadi penyelamat Barcelona musim ini, Hansi Flick kini menghadapi keputusan krusial menjelang akhir kompetisi.
Dia harus menentukan apakah akan terus memberi kepercayaan kepada Szczesny yang tengah dalam performa puncak atau mengembalikan Ter Stegen sebagai pilihan utama setelah pulih dari cedera.
Pergantian di posisi kiper menjelang babak akhir kompetisi bisa jadi perjudian besar, tetapi jika Flick yakin Ter Stegen dapat kembali menampilkan performa kelas dunia saat dibutuhkan, rotasi di bawah mistar dalam waktu dekat bukanlah hal yang mengejutkan.
“Ter Stegen siap. Saya hanya akan menentukan waktu terbaik untuk menurunkannya,” ujar Flick.
Di lini depan, Barcelona juga diuji ketika Robert Lewandowski mesin gol utama Blaugrana dengan 40 gol di semua ajang harus menepi sekitar tiga pekan.
Meski absennya sang striker menjadi kehilangan besar, Flick memilih bermain aman dan belum mengungkap apakah Lewandowski akan dimainkan pada leg pertama semifinal Liga Champions kontra Inter Milan, 30 April mendatang.
Jika Barcelona mampu menjaga ritme permainan dan tetap kompetitif tanpa Lewandowski, peluang mereka meraih lebih dari satu trofi di akhir musim tetap terbuka lebar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni