Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Venezia Kalah Telak dari AC Millan, Jay Idzes dan Tijjani Reijnders Tampilkan Momen Unik Penuh Keakraban

Bihan Mokodompit • Senin, 28 April 2025 | 19:05 WIB
Momen Tijjani Reijnders dan Jay Idzes berpelukan
Momen Tijjani Reijnders dan Jay Idzes berpelukan

RADARTUBAN - Venezia kembali mengalami hasil pahit saat menjamu AC Milan dalam lanjutan Serie A 2024/2025.

Pada laga yang berlangsung Minggu (27/4) malam tersebut, I Leoni Alati harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor 0-2.

Kekalahan ini semakin memperberat perjuangan Venezia untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Italia.

 

Venezia yang tampil di depan pendukung sendiri gagal menahan gempuran AC Milan.

Sepanjang laga, tim asuhan Eusebio Di Francesco kesulitan mengimbangi tempo permainan lawan.

Hasil 0-2 ini membuat posisi Venezia di papan klasemen Serie A 2024/2025 makin kritis, terjebak di zona degradasi dengan 25 poin.

AC Milan sendiri tampil dominan sejak menit awal. Gol pembuka membuat mereka bermain lebih percaya diri, sementara Venezia harus berjuang keras untuk mengimbangi intensitas Rossoneri.

 

Ada momen menarik dalam laga Venezia kontra AC Milan ini. Di akhir babak pertama, gelandang AC Milan, Tijjani Reijnders, terlihat memberikan jeweran kecil kepada kapten Venezia, Jay Idzes. Momen ini terjadi saat AC Milan sudah unggul 1-0.

Uniknya, jeweran tersebut tidak bermaksud menyakiti. Keduanya justru menunjukkan sikap sportivitas.

Sesaat setelah kejadian, Tijjani Reijnders dan Jay Idzes yang sama-sama memiliki darah Indonesia itu tertawa dan saling berpelukan, memperlihatkan keakraban di tengah persaingan ketat Serie A 2024/2025.

 

Kekalahan dari AC Milan membuat perjuangan Venezia di Serie A 2024/2025 semakin berat.

Dengan hanya mengoleksi 25 poin, Venezia kini berada di posisi ke-18, atau zona merah degradasi.

Venezia masih memiliki empat pertandingan tersisa untuk memperbaiki nasib mereka.

Tim ini wajib mengumpulkan kemenangan dan berharap pesaing di papan bawah, seperti Frosinone dan Empoli, mengalami hasil buruk dalam sisa musim ini.

Jika tidak, Venezia akan kembali turun kasta setelah sempat berjuang keras kembali ke Serie A.

 

Menyisakan empat laga di Serie A 2024/2025, peluang Venezia untuk bertahan sebenarnya belum sepenuhnya tertutup.

Namun, perjuangan mereka dipastikan berat. Selain harus meraih poin maksimal, Venezia juga membutuhkan keajaiban dari hasil pertandingan tim pesaing mereka.

Kinerja pelatih Eusebio Di Francesco dan motivasi para pemain seperti Jay Idzes akan menjadi faktor kunci dalam misi bertahan di Serie A.

Dukungan dari suporter setia Venezia juga diyakini bisa menjadi tambahan semangat saat melewati masa-masa sulit ini. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#venezia #AC Milan #jay idzes #Indonesia #Tijjani Reijnders