Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Simone Inzaghi Sebut Lamine Yamal Adalah Fenomena Langka yang Muncul 50 Tahun Sekali

Bihan Mokodompit • Kamis, 1 Mei 2025 | 21:30 WIB
Simone Inzaghi Sebut Lamine Yamal Adalah Fenomena Langka
Simone Inzaghi Sebut Lamine Yamal Adalah Fenomena Langka

RADARTUBAN - Penampilan Lamine Yamal jadi sorotan utama dalam laga dramatis semifinal Liga Champions antara Barcelona melawan Inter Milan.

Juru taktik Inter, Simone Inzaghi seolah memberikan apresiasi luar biasa kepada pemain asli binaan Barca itu.

Dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions yang mempertemukan Barcelona dan Inter Milan di Stadion Olimpiade, Rabu malam, berakhir imbang dengan skor 3-3.

Namun, sorotan utama tertuju pada sosok Lamine Yamal. Pemain berusia 17 tahun itu mencetak satu gol indah dalam laga ke-100-nya bersama Barcelona dan menjadi motor serangan tim.

Simone Inzaghi menyebut pemain tersebut sebagai “fenomena yang hanya muncul setiap 50 tahun.”

Ucapan ini menjadi pengakuan luar biasa terhadap kualitas Yamal, terutama di tengah atmosfer pertandingan yang sangat kompetitif.

"Dia adalah fenomena yang hanya muncul setiap 50 tahun. Saya benar-benar terkesan hari ini," ujar Inzaghi dalam konferensi pers usai laga.

Inter Milan membuka laga dengan agresif dan sukses mencetak dua gol cepat melalui Marcus Thuram dan Denzel Dumfries dalam 21 menit awal pertandingan.

Keunggulan ini sempat membuat pasukan Inzaghi percaya diri. Namun, dominasi Inter tak bertahan lama setelah Yamal mulai unjuk gigi.

“Kami memulai dengan baik, tetapi dalam 25 menit terakhir babak pertama, dia [Yamal] menciptakan banyak masalah,” tambah Inzaghi.

Barca yang tertekan berhasil bangkit berkat aksi solo Yamal yang mencetak gol pertama timnya, disusul penyama kedudukan oleh Ferran Torres.

Pertandingan kembali sengit setelah gol kedua Dumfries dan gol bunuh diri Yann Sommer menyamakan kedudukan 3-3.

 

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tidak kalah dalam memuji anak asuhnya.

Ia menyatakan bahwa dalam pertandingan besar seperti ini, Yamal menunjukkan kualitas terbaiknya dan menikmati tekanan tinggi.

“Saya rasa dia spesial. Dia adalah seorang jenius. Saya pikir dia juga menikmati tekanan di laga-laga besar,” kata Flick.

Meski sempat diragukan tampil akibat keluhan otot saat pemanasan, Yamal mendapat izin medis dan tampil luar biasa.

Selain mencetak gol, ia dua kali membentur mistar gawang dan menciptakan banyak peluang dari sisi kanan.

 

Hasil imbang ini membuat leg kedua di San Siro, Selasa mendatang, akan sangat menentukan.

Inter Milan, meski dalam tren negatif di tiga laga sebelumnya, tetap menjadi ancaman serius.

“Barça punya pemain yang sulit dihentikan… Tapi mereka juga menyadari bahwa mereka menghadapi tim Inter yang hebat dan sangat sulit dikalahkan,” ujar Inzaghi.

Inter juga harus menghadapi kenyataan bahwa kapten mereka, Lautaro Martínez, diragukan tampil akibat cedera.

Sementara Barcelona kehilangan Jules Koundé yang ditarik keluar lebih awal.

 

Pemenang dari duel antara Barcelona dan Inter Milan akan melangkah ke final Liga Champions yang digelar di Munich pada 31 Mei mendatang.

Mereka akan menghadapi pemenang antara Paris Saint-Germain dan Arsenal, di mana PSG unggul 1-0 pada leg pertama.

Pertarungan antara kedua tim raksasa Eropa ini bukan hanya soal strategi dan fisik, tapi juga tentang bagaimana menghadapi talenta luar biasa seperti Lamine Yamal, yang kini telah menjadi ancaman nyata di pentas tertinggi Eropa.

 

Performa Lamine Yamal dalam laga ini tak hanya menyelamatkan Barcelona dari kekalahan, tetapi juga memberi warna baru dalam dunia sepak bola.

Inter Milan harus menyiapkan strategi matang di leg kedua, karena mereka tahu bahwa talenta seperti ini bisa menentukan jalannya sejarah.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#lamine yamal #Liga Champions #Simone Inzaghi #Inter Milan #Barcelona