Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PT LIB Mulai Berpikir untuk Membolehkan Suporter Tamu Bertandang di Liga 1 Musim Depan

Mohamad Anas Ali Wafa • Jumat, 9 Mei 2025 | 02:55 WIB
Potret kemeriahan dukungan supporter di tim Liga 1.
Potret kemeriahan dukungan supporter di tim Liga 1.

RADARTUBAN - PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah membuka opsi untuk memperbolehkan kembali kehadiran suporter tim tamu (away) dalam pertandingan Liga 1 musim depan.

Saat ini, pihak operator liga masih melakukan kajian mendalam mengenai kemungkinan tersebut.

Larangan bagi pendukung tim tandang diberlakukan sejak Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Oktober 2022.

Saat itu, PSSI menjelaskan bahwa aturan ini merupakan bagian dari arahan FIFA dalam upaya melakukan transformasi menyeluruh terhadap sistem sepakbola nasional.

Aturan tersebut sempat menimbulkan protes dari berbagai komunitas suporter.

Mereka merasa kebijakan itu sangat membatasi ruang gerak dan kebebasan dalam mendukung tim kesayangan mereka di laga tandang.

Setelah lebih dari dua setengah musim diterapkan, dorongan agar kebijakan ini dicabut pun semakin menguat.

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap peninjauan dan evaluasi secara menyeluruh.

“Liga (PT LIB) saat ini sedang mendalami lebih lanjut, tapi kami cukup optimistis, seperti yang kami perkenalkan saat launching kemarin, yaitu aplikasi Sobat Liga,” ujarnya kepada media.

Aplikasi Sobat Liga sendiri dibuat untuk mempermudah pembelian tiket bagi para pendukung baik tim tuan rumah maupun tim tamu.

“Itu adalah bagian dari langkah kami untuk menjawab kebutuhan suporter tandang agar bisa hadir di stadion,” lanjut Ferry.

Namun, Ferry juga mengakui bahwa tantangan terbesar adalah persoalan rivalitas antarpendukung yang belum sepenuhnya bisa dikendalikan.

Ferry menyampaikan bahwa hingga kini belum dapat dipastikan apakah suporter tandang yang punya rivalitas kuat bisa hadir tanpa menimbulkan konflik.

Menurutnya, aspek ini masih menjadi bahan pertimbangan penting dalam proses evaluasi.

Dalam proses pengkajian ini, PT LIB tidak berjalan sendiri.

Mereka akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menilai potensi risiko dan kesiapan sistem keamanan.

Mengingat keamanan menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan pertandingan sepakbola, maka keterlibatan Polri sangat dibutuhkan.

“Pada akhir Mei ini kami dijadwalkan bertemu dengan pihak kepolisian untuk membahas persiapan musim mendatang. Harapannya setelah pertemuan itu, kebijakan ini bisa benar-benar diterapkan, sehingga atmosfer kompetisi menjadi lebih semarak,” tambah Ferry.

Sebelumnya, PSSI sendiri sempat menyatakan bahwa mencabut larangan ini bukanlah keputusan yang mudah.

Masih ada kekhawatiran terkait keamanan pertandingan, terutama dalam konteks pertandingan kandang dan tandang yang berpotensi menimbulkan konflik.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan PT LIB sebagai pengelola liga.

“FIFA dan PSSI melihat bahwa tingkat risiko untuk pertandingan home dan away masih tinggi. Bila suatu insiden terjadi di liga, siapa yang harus bertanggung jawab?

Selalu PSSI? Oleh karena itu, PSSI memberikan kewenangan penuh kepada PT LIB untuk menjalankan liga,” ujar Erick kepada wartawan.

Erick juga menegaskan bahwa PT LIB telah diberi kewenangan penuh oleh PSSI dalam mengelola kompetisi liga.

Dia memaparkan bahwa PT LIB dimiliki hampir sepenuhnya oleh klub-klub peserta, sedangkan PSSI hanya memiliki satu persen kepemilikan.

Dia juga menambahkan bahwa tugas utama PSSI adalah menjaga integritas liga, terutama dari praktik pengaturan skor.

Erick juga menyoroti bahwa saat ini PSSI telah bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan dalam membentuk satuan tugas khusus untuk menindak pelanggaran tersebut. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#PSSI #FIFA #suporter #Erick Thohir #skor #Away #pt liga indonesia baru