Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Peluang Marselino Ferdinan Terbuka Lebar di Oxford United Berkat Kebijakan Baru Sang Pelatih, Gary Rowett

Bihan Mokodompit • Kamis, 15 Mei 2025 | 17:05 WIB

 

Pemain Oxford United, Marselino Ferdinan.
Pemain Oxford United, Marselino Ferdinan.

RADARTUBAN - Peluang Marselino Ferdinan di Oxford United mendapat angin segar setelah pelatih Gary Rowett mengumumkan kebijakan baru untuk musim 2025/2026.

Marselino, pemain muda Timnas Indonesia, mencatat debutnya bersama Oxford United pada pertandingan terakhir musim 2024/2025 dan kini berpotensi masuk dalam rencana jangka panjang sang pelatih.

Gary Rowett yang ditunjuk menangani Oxford United sejak Desember 2024, menyatakan keinginannya untuk merampingkan skuad dan memberikan ruang lebih besar kepada pemain muda.

Dia menyebutkan bahwa banyak pemain kunci saat ini tengah berada di akhir kontrak, dan sejumlah pemain lain kemungkinan akan dilepas.

“Kami memiliki skuad yang cukup besar dan saya pikir sesuatu yang perlu kami lakukan pada tahun depan adalah mungkin menciptakan lebih banyak kesempatan bagi beberapa pemain muda,” kata Gary Rowett dikutip dari Oxford Mail.

 

Kebijakan pelatih asal Inggris tersebut menjadi harapan baru bagi Marselino Ferdinan.

Apalagi dengan rencana penyisipan empat pemain muda dalam skuad utama.

Jika Oxford United mengalami krisis pemain karena cedera, pemain muda yang berlatih rutin bisa langsung turun dalam pertandingan resmi.

“Saya akan selalu menggunakan angka ideal. Angka ideal itu mungkin akan selalu mencakup empat pemain muda. Jadi, jika Anda mengalami enam atau tujuh pemain yang cedera, beberapa pemain muda itu dapat masuk,” ucap dia.

“Mereka bisa menjadi bagian dari skuad pada hari pertandingan karena mereka berlatih bersama kami sepanjang waktu,” lanjut Rowett.

 

Rowett menambahkan bahwa keberadaan pemain muda di bawah usia 23 tahun jauh lebih menguntungkan dibanding mempertahankan pemain senior yang jarang bermain.

Marselino Ferdinan, dengan usia yang masih sangat muda, jelas termasuk dalam kategori yang dimaksud.

“Menurut saya, itu lebih baik daripada dua pemain senior. Anda telah melihatnya musim ini. Kami memiliki dua atau tiga pemain senior yang tidak masuk dalam skuad pada hari pertandingan sepanjang waktu,” lanjutnya.

“Bagi saya, itu tidak sehat bagi mereka. Itu tidak ideal. Anda lebih suka mereka adalah dua pemain muda yang masih bisa bermain untuk tim U-23 musim depan dan masih berlatih setiap hari dan masih bisa berkembang,” ucapnya lagi.

 

Kebijakan lain yang bisa memengaruhi masa depan Marselino Ferdinan adalah opsi peminjaman.

Meski Rowett ingin melihat perkembangan pemain muda di skuad utama, ia tetap membuka kemungkinan meminjamkan mereka demi mendapatkan menit bermain yang lebih rutin.

“Pada titik tertentu, Anda akan membuat keputusan tentang mereka, apakah mereka perlu dipinjamkan. Tetapi, tentu saja untuk paruh pertama musim. Itulah yang biasanya kami lakukan,” paparya.

Dengan sistem yang mendukung pemain muda seperti ini, Marselino Ferdinan memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing di Oxford United.

Selain itu, keputusan Rowett juga bisa menjadi cerminan positif bagi pemain muda Asia lainnya yang ingin unjuk gigi di kancah sepak bola Eropa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kebijakan baru #Marcelino Ferdinan #pemain muda #oxford united #gary rowett #timnas indonesia