Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Pemain Lokal Dinilai Terlalu Mahal, PT. LIB Bakal Tambah Kuota Pemain Asing di Liga 1 2025/2026 Jadi 11 Pemain?

Bihan Mokodompit • Jumat, 16 Mei 2025 | 23:05 WIB
Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus saat konferensi pers terkait usulan kuota pemain asing musim depan. Sumber foto: Instagram/pt_lib
Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus saat konferensi pers terkait usulan kuota pemain asing musim depan. Sumber foto: Instagram/pt_lib

RADARTUBAN - PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mengusulkan penambahan kuota pemain asing di Liga 1 2025/2026 kepada PSSI.

Dalam proposal yang dikirim, setiap klub diusulkan dapat mendaftarkan hingga 11 pemain asing.

Meski begitu, hanya delapan pemain asing yang diperbolehkan bermain dalam satu pertandingan.

Rencana ini berbeda dari regulasi musim 2024/2025, di mana klub hanya boleh mendaftarkan delapan pemain asing, dengan enam pemain yang bisa dimainkan di lapangan.

Usulan tersebut masih menunggu restu dari Kongres PSSI sebelum bisa diterapkan.

“Kalau yang musim depan, yang didaftarkan 11 yang dimainkan 8. Tapi tergantung PSSI yang memutuskan,” kata Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus kepada awak media.

 

Belakangan ini, beredar kabar bahwa harga pemain lokal di BRI Liga 1 tergolong tinggi.

Banyak klub kemudian memilih merekrut pemain asing karena dinilai lebih terjangkau secara kontrak.

Namun Ferry Paulus menolak jika alasan utama penambahan pemain asing hanya karena faktor ekonomi.

“Ide awalnya karena kami ingin klub Indonesia bisa bersaing di Asia jadi bukan karena harga pemain lokal mahal,” terangnya.

 

Lebih jauh, PT Liga Indonesia Baru menyoroti perubahan signifikan di level kompetisi antarklub Asia.

AFC mulai memberikan kelonggaran terkait kuota pemain asing, sehingga klub-klub peserta kini bebas merekrut pemain asing sebanyak yang mereka mampu secara finansial.

“Mulai musim ini, kuota pemain asing di Asia sudah bebas. Berangkat dari itu, makanya kami buat proposalnya untuk tiga tahun ke depan. Setidaknya akhir Mei sudah ada keputusan,” imbuh Ferry Paulus.

Dengan adanya perubahan ini, PT LIB merasa perlu untuk menyesuaikan diri agar klub-klub Indonesia tetap kompetitif di level Asia.

Rencana ini juga disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap kondisi harga pemain lokal.

 

Meski proposal penambahan kuota pemain asing di Liga 1 2025/2026 sudah diajukan, keputusan final tetap berada di tangan PSSI.

PT Liga Indonesia Baru menegaskan mereka hanya mengajukan rekomendasi berdasarkan tren kompetisi Asia, bukan membuat aturan sepihak.

Seiring meningkatnya persaingan di Asia, peningkatan jumlah pemain asing dianggap bisa membawa kualitas Liga 1 ke level yang lebih baik.

Namun demikian, berbagai pihak tetap menantikan keputusan resmi dari Kongres PSSI yang dijadwalkan sebelum akhir Mei 2025.

 

Rencana PT Liga Indonesia Baru menambah kuota pemain asing di Liga 1 menimbulkan diskusi menarik.

Dengan pertimbangan menyeluruh, mulai dari penyesuaian terhadap regulasi AFC hingga target meningkatkan daya saing di Asia, usulan ini menjadi salah satu strategi jangka panjang.

Kini publik tinggal menunggu apakah PSSI akan menyetujui wacana perubahan kuota pemain asing di Liga 1 2025/2026 demi kemajuan sepak bola nasional. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pt lib #kuota #PSSI #asia #pemain asing #liga 1 #Liga indonesia