Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kevin De Bruyne Tutup Karier di Etihad dengan Haru, Mancity Bakal Bangun Patung Kehormatan

Bihan Mokodompit • Rabu, 21 Mei 2025 | 19:06 WIB
Laga perpisahan Kevin De Bruyne bersama Manchester City.
Laga perpisahan Kevin De Bruyne bersama Manchester City.

RADARTUBAN - Kevin De Bruyne tutup kariernya bersama Manchester City di Etihad Stadium dengan momen penuh haru.

Dalam pertandingan melawan Bournemouth yang berakhir 3-1, Rabu (21/5) dini hari WIB, maestro lini tengah ini mendapatkan perpisahan emosional yang tak terlupakan.

Pertandingan tersebut menjadi laga terakhirnya sebagai pemain Manchester City di kandang, dan menjadi momen simbolis yang menunjukkan betapa pentingnya sosok De Bruyne bagi klub tersebut.

 

Momen menyentuh terjadi usai peluit akhir dibunyikan, ketika seluruh pemain, staf, hingga pendukung Man City memberikan penghormatan kepada Kevin De Bruyne.

Tak hanya para fans yang tersentuh, manajer Pep Guardiola pun terlihat meneteskan air mata.

“Gelar memang menyenangkan dan semua yang telah ia raih, tapi ketika Anda pergi setelah 10 tahun dengan begitu banyak rasa hormat dan terima kasih, tidak ada yang lebih baik dari itu,” ujar Guardiola.

Meski tampil apik selama satu dekade, laga perpisahan ini sedikit ternoda.

De Bruyne gagal memaksimalkan peluang emas di babak pertama dan harus ditarik keluar pada babak kedua setelah Mateo Kovacic menerima kartu merah.

Namun hal itu tidak merusak atmosfer emosional di stadion.

 

Untuk menghormati kontribusinya, pihak klub mengumumkan akan membangun sebuah patung Kevin De Bruyne di luar Etihad Stadium.

Hal ini semakin menegaskan statusnya sebagai legenda Manchester City, yang selama 10 tahun telah mempersembahkan 16 trofi juara, termasuk gelar Liga Inggris dan Liga Champions.

“Saat Kevin datang ke sini, saya yakin dia bukan fans Man City, saya tidak tahu dia mendukung siapa, tapi saya yakin sekarang dia adalah fans sejati dan akan selamanya begitu,” imbuh Guardiola.

“Itu karena hubungan antara semua orang dan dirinya,” tuturnya.

 

Dalam pidatonya usai pertandingan, De Bruyne menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada klub dan para penggemar.

“Saya ingin bermain dengan kreativitas, saya ingin bermain dengan penuh gairah. Saya ingin menikmati sepak bola dan saya berharap semua orang menikmatinya,” kata pemain berusia 33 tahun itu.

“Semua orang telah mendorong saya begitu keras di dalam dan di luar klub untuk menjadi versi terbaik dari diri saya, dan orang-orang di depan saya ini telah membuat saya menjadi lebih baik dari sebelumny, lanjut Kevin.”

“Merupakan kehormatan bisa bermain dengan mereka. Saya telah mendapatkan banyak teman seumur hidup,” tambahnya.

 

Selama lebih dari satu dekade, Kevin De Bruyne menjelma menjadi motor utama di lini tengah Manchester City.

Ia bukan hanya pencipta peluang ulung, tetapi juga sosok pemimpin yang membawa pengaruh besar di dalam dan luar lapangan.

Dengan warisan yang begitu kuat dan hubungan emosional yang dalam, tidak diragukan lagi bahwa Kevin De Bruyne akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah Manchester City. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#man city #Etihad Stadium #Manchester City #kevin de bruyne