RADARTUBAN – Malam penuh sejarah tercipta di Stadion San Mamés, Bilbao, Kamis (22/5) dini hari WIB.
Tottenham Hotspur akhirnya mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun dengan menaklukkan Manchester United 1-0 di partai final Liga Europa 2024/25.
Kemenangan ini tak hanya mengukir momen manis bagi The Lilywhites, tetapi juga menciptakan catatan kelam untuk Setan Merah yang dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim depan — untuk pertama kalinya sejak 1990.
Baca Juga: Manchester United Pilih Rayakan Juara Liga Europa 2024/2025 dengan BBQ, Tanpa Parade Bus Terbuka
Johnson Jadi Pahlawan, Spurs Cetak Sejarah!
Gol tunggal Brennan Johnson di babak pertama menjadi penentu kemenangan Spurs.
Momen itu terjadi saat Johnson menyambar umpan Matar Sarr yang sempat mengenai Luke Shaw, membuat kiper MU Andre Onana terkecoh dan tak mampu mengantisipasi arah bola.
Meski laga berlangsung sengit dan penuh tekanan, pasukan Ange Postecoglou tampil solid dan disiplin.
Kiper Guglielmo Vicario menjadi pahlawan di ujung laga setelah melakukan penyelamatan penting atas sundulan Shaw di menit akhir.
Dengan hasil ini, Tottenham akhirnya mengangkat trofi pertamanya sejak 2008, sekaligus memastikan tiket ke Liga Champions musim depan — yang juga membawa bonus finansial hingga £100 juta.
Ange Postecoglou Buktikan Diri
Meski masa depannya bersama Spurs belum sepenuhnya jelas, Postecoglou berhasil mematahkan stigma lama bahwa Tottenham hanya “nyaris juara”.
Gelar ini menjadi pembuktian bahwa proyeknya bersama klub London Utara punya arah dan masa depan.
“Sejak saya tiba, orang bilang Tottenham tim bagus tapi tak pernah bisa menang – kami melakukannya,” ujar Johnson penuh emosional kepada TNT Sports.
Manchester United Catat Musim Terburuk Sejak Era 70-an
Di sisi lain, kekalahan ini menambah derita bagi Manchester United.
Tak hanya gagal meraih trofi, skuad Ruben Amorim harus menerima kenyataan tidak akan bermain di kompetisi Eropa musim depan, sesuatu yang terakhir kali terjadi 35 tahun silam.
Musim 2024/25 menjadi musim suram bagi MU: finis buruk di liga, tersingkir di berbagai kompetisi, dan berakhir tanpa tiket Eropa.
Hal ini jelas memberi tekanan lebih besar kepada Amorim, yang sejak awal dinilai sebagai sosok yang harus membawa MU bangkit.
Baca Juga: Menurut Weton, Manchester United Bakal Menang di Final Europa League Melawan Tottenham Hotspur
Reaksi Emosional Brennan Johnson
Striker muda asal Wales itu mengungkapkan kebahagiaannya setelah laga:
“Saya sangat bahagia saat ini, sungguh. Inilah tujuan utama. Klub ini belum memenangkan trofi selama 17 tahun. Ini sangat berarti.”
Saat ditanya soal golnya, Johnson menjelaskan:
“Saya tahu saya menyentuh bola, lalu saya menoleh karena sentuhannya tidak sempurna. Tapi bola bergulir masuk – perasaan itu tak bisa dijelaskan.”
Dua Sisi Sejarah: Puncak dan Jurang
Kemenangan Tottenham dan kejatuhan MU dalam satu malam membingkai dua sisi sejarah yang kontras. Bagi The Lilywhites, ini awal dari bab baru.
Sementara bagi Setan Merah, ini alarm keras bahwa perubahan besar mungkin segera diperlukan di Old Trafford. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama