RADARTUBAN - Massimiliano Allegri resmi kembali menjabat sebagai pelatih utama AC Milan untuk kedua kalinya.
Kabar ini diumumkan secara resmi oleh pihak klub pada hari Jumat, 30 Mei, yang disusul dengan perkenalan Allegri sebagai pelatih anyar Rossoneri melalui media sosial resmi mereka.
Dalam unggahan tersebut, klub menyampaikan sambutan hangat untuk Allegri yang kembali ke San Siro setelah hampir satu dekade.
Sebelumnya, Allegri pernah memimpin AC Milan pada periode 2010 hingga 2014 dan berhasil membawa tim meraih gelar juara Serie A pada musim 2010/2011.
Meski berhasil memberikan prestasi untuk Milan, pencapaian terbesar Allegri justru datang ketika ia menangani Juventus.
Bersama klub asal Turin itu, Allegri mengoleksi lima gelar liga domestik, lima trofi Coppa Italia, serta dua gelar Supercoppa Italia.
Allegri juga berhasil membawa Juventus melaju hingga ke final Liga Champions sebanyak dua kali, meskipun keduanya berakhir sebagai runner-up.
Kendati memiliki rekam jejak yang impresif, Allegri kerap mendapat kritik atas gaya bermainnya yang dianggap terlalu konservatif dan minim inovasi taktik.
Pendekatan strategisnya sering dinilai kurang bervariasi dibandingkan pelatih-pelatih top lainnya di Eropa.
Catatan kurang memuaskan juga terlihat ketika Allegri kembali ke Juventus untuk periode keduanya pada 2021 hingga 2024.
Di masa tersebut, dia gagal mengulangi kesuksesan seperti di periode sebelumnya dan tidak mampu mempersembahkan gelar besar.
Kembali ke AC Milan, Allegri menghadapi tantangan besar mengingat performa tim yang menurun musim ini.
Milan hanya mampu menempati posisi kedelapan di klasemen akhir Serie A.
Di ajang Liga Champions, mereka tersingkir di babak playoff 16 besar, serta gagal membawa pulang trofi Coppa Italia usai kalah di partai final.
Satu-satunya gelar yang mereka raih adalah Supercoppa Italia yang berlangsung di pertengahan musim.
Kini, kembalinya Allegri ke Milan diharapkan dapat membawa perubahan positif dan mengembalikan kejayaan klub ke panggung domestik maupun Eropa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni