RADARTUBAN - Manchester United tampaknya mulai sadar diri. Setelah bertahun-tahun bergantung pada striker yang ibarat tiang listrik—tinggi, tegap, tapi tak bergerak—akhirnya mereka belanja juga.
Kali ini sasarannya adalah Matheus Cunha, penyerang asal Brasil yang digadang-gadang bakal membawa mereka keluar dari paceklik gol dan (mungkin) tsunami trofi.
Tapi karena ini Manchester United, klub paling “rajin ditimpa apes” dalam dekade terakhir, tentu kita harus waspada. Jangan-jangan, masalah belum selesai, malah nambah.
Maka, sebelum bicara taktik, strategi, atau statistik, mari kita coba jalan lain: ngitung weton. Ini bukan lelucon, tapi ikhtiar spiritual.
Soalnya, kalau transfer mahal dan latihan keras belum cukup, mungkin yang kurang hanyalah: kecocokan kosmis.
Weton Manchester United
MU secara resmi lahir pada 24 April 1902. Dalam penanggalan Jawa, tanggal ini jatuh pada Kamis Kliwon, dengan jumlah neptu 16 (Kamis: 8, Kliwon: 8).
Kalau kita mengacu pada hitungan Jawa, Kamis Kliwon dikenal sebagai weton yang punya karakter “banyak disukai orang, mudah dapat teman, tapi sering terkena godaan dan musibah.”
Persis seperti MU: klub besar, fans banyak, tapi tiap musim juga banyak drama.
Weton Kamis Kliwon dikenal cocok berpasangan dengan weton yang bisa meredam watak nggegirisi-nya. Butuh sosok yang bisa menstabilkan emosi, membawa energi baru, dan tentu saja, tidak ikut-ikutan “ngelmu keblinger”.
Lalu, Bagaimana dengan Weton Matheus Cunha?
Matheus Cunha lahir pada 27 Mei 1999, yang dalam kalender Jawa jatuh pada Kamis Legi, dengan jumlah neptu 13 (Kamis: 8, Legi: 5).
Nah, ini menarik. Kamis Legi dikenal sebagai pribadi yang cerdas, tangkas, mudah bergaul, dan cepat membaca situasi.
Neptunya 13, relatif stabil. Ia bukan tipe yang suka cari ribut, tapi juga tidak gampang dimanfaatkan.
Jika digabungkan, neptu MU (16) dan Cunha (13) menghasilkan jumlah 29. Dalam pakem Jawa, ini bukan kombinasi sial. Tapi juga bukan yang paling harmonis.
Artinya: hubungan ini bisa berjalan baik jika dua-duanya saling menjaga. Tidak cocok-cocok amat, tapi juga tidak membawa petaka. Kayak pasangan beda zodiak, tapi tetap bisa klop kalau komunikasi jalan.
Kesimpulan: Cukup Aman, tapi Jangan Lengah
Kalau melihat dari weton semata, Matheus Cunha bukanlah pembawa sial bagi MU.
Tapi dia juga bukan dewa penyelamat yang akan otomatis mengangkat klub ini ke puncak klasemen. Dia ibarat lilin di lorong gelap: menerangi, tapi tak cukup jadi matahari.
Butuh kerja sama tim, pelatih waras, dan fans yang tidak cepat ngamuk di Twitter tiap minggu.
Lagi pula, seperti kata Mbah Bejo, “Sepak bola itu bukan cuma soal kaki dan bola, tapi juga soal energi.” Dan energi, dalam banyak tradisi, bisa dihitung dari tanggal lahir.
Jadi, wahai fans MU, silakan berharap pada Cunha. Tapi jangan lupa, sebelum beli jersey barunya, pastikan dulu kamu ngantongin minyak wangi dan doa pelindung.
Karena di klub seambisius MU, kadang striker hebat pun bisa berubah jadi juru umpan tak disengaja.
Semoga saja, weton kali ini membawa berkah. Aamiin. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama