Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Nama Persatu Tuban Terancam Hilang Dari Daftar PSSI karena Sering Absen Laga Resmi

Andreyan (An) • Jumat, 20 Juni 2025 | 21:28 WIB
Aksi pemain Persatu Tuban dalam kompetisi Liga 3 2023 lalu.
Aksi pemain Persatu Tuban dalam kompetisi Liga 3 2023 lalu.

RADARTUBAN – Persatu Tuban dihadapkan pada kondisi dilematis. Jika tahun ini kembali absen di Liga 4 2025/2026, maka sanksi berat siap menanti.

Klub kebanggaan masyarakat Kota Legen itu terancam dibekukan, serta dikeluarkan dari keanggotaan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur sesuai statuta yang berlaku.

Sebagaimana statuta PSSI pasal 18 ayat 4, klub naungan PSSI yang tidak mengikuti kompetisi sepak bola yang diselenggarakan PSSI dalam jangka dua tahun berturut-turut akan kehilangan hak suara dalam Kongres PSSI.

Selanjutnya, dalam pasal 19 ayat 1B menjelaskan, Kongres PSSI dapat memberhentikan anggota/klub naungan PSSI apabila melakukan pelanggaran serius terhadap statuta PSSI, kode disiplin, kode etik, regulasi, ketentuan dan instruksi atau edaran yang dikeluarkan oleh PSSI serta seluruh ketentuan dan pearturan yang dikeluarkan oleh FIFA, AFC, dan AFF.

Merujuk hasil Kongres PSSI pada 4 Juni lalu, rencana awal mulainya musim kompetisi Liga 4 2025/2026 diagendakan mulai bergulir pada September mendatang.

Sementara sampai saat ini belum ada tanda-tanda Persatu melakukan persiapan untuk mengikuti kompetisi.

Ketika dikonfirmasi terkait kesiapan Persatu dalam menyongsong Liga 4, Fahmi Fikroni, salah satu pengurus Persatu dan pemegang saham, enggan untuk memberikan komentar.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Tuban Budi Sulistiyono menyampaikan, dirinya cukup menyayangkan jika Persatu Tuban kembali absen pada kompetisi Liga 4 tahun ini.

‘’Jika sampai klub ini terkena sanksi, pastinya akan semakin sulit untuk bangkit,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disinggung mengenai upaya dorongan terhadap jajaran manajemen Persatu agar segera mengambil sikap ihwal keikutsertaannya dalam kompetisi Liga 4, Budi mengungkapkan, hingga saat ini belum ada komunikasi dengan klub mengenai hal itu.

Disampaikan pria asal Kecamatan Semanding itu, dirinya berharap jika nantinya komitmen jajaran Manajemen Persatu Tuban untuk mengikuti kompetisi Liga 4 benar-benar ada, serta keikutsertaannya dalam kompetisi kasta keempat itu tidak hanya menjadi ajang coba-coba.

‘’Semoga saat tampil di Liga 4 mendatang tidak hanya menjadi ajang untuk menunaikan kewajiban, atau menggugurkan tugas untuk menghindari sanksi semata,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #persatu #aff #FIFA #kota legen #afc #liga 4