Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

7 Attacante Paling Ikonik AC Milan Sepanjang Masa: Dari Van Basten hingga Shevchenko, Siapa Raja San Siro?

Tulus Widodo • Senin, 30 Juni 2025 | 14:57 WIB

 

Marco Van Bosten 7 attacante (penyerang) paling ikonik dalam sejarah AC Milan
Marco Van Bosten 7 attacante (penyerang) paling ikonik dalam sejarah AC Milan

RADARTUBAN - AC Milan bukan sekadar klub elite. Ia adalah rumah bagi para striker legendaris yang mengukir sejarah di panggung sepak bola Italia dan Eropa.

Para attacante ini bukan cuma pencetak gol, tapi juga pembawa mimpi dan pahlawan setiap era Rossoneri.

Gaya bermain mereka unik, finishing mematikan, dan mental juara tak diragukan.

Mereka tak sekadar bermain bola - mereka membakar San Siro!

Berikut adalah 7 attacante (penyerang) paling ikonik dalam sejarah AC Milan, dengan kontribusi yang membekas di hati fans dan mengangkat kejayaan klub ke level tertinggi.

1. Marco van Basten – Elegan, Klinis, dan Tragis

Periode: 1987–1995

Gol: 125 gol / 201 laga

Ballon d’Or: 1988, 1989, 1992

Trofi: 3 Scudetto, 2 Liga Champions

Van Basten bukan sekadar striker. Ia adalah mahakarya. Tendangan voli, sundulan tajam, dan finishing luar biasa membuatnya hampir tak tersentuh.

Jika bukan karena cedera, dunia akan lebih lama menyaksikan keajaibannya.

2. Andriy Shevchenko – Dewa Ukraina di San Siro

Periode: 1999–2006 & 2008–2009

Gol: 175 gol (top skor non-Italia AC Milan)

Ballon d’Or: 2004

Trofi: 1 Scudetto, 1 Liga Champions

Sheva mencetak gol dengan kedua kaki, kepala, bahkan di saat-saat tersulit. Ia adalah striker paling komplet Milan modern.

Gol penalti di final UCL 2003 jadi simbol ketenangannya di momen paling krusial.

3. Filippo Inzaghi – Raja Insting, Bukan Raja Dribel

Periode: 2001–2012

Gol: 126 gol

Gelar Ikonik: 2 Liga Champions

"Lahir dalam posisi offside", tapi selalu mencetak gol. Inzaghi adalah predator kotak penalti sejati. Gol-golnya di final Liga Champions jadi bukti bahwa insting membunuh lebih penting dari teknik sempurna.

4. Gunnar Nordahl – Mesin Gol Abadi

Periode: 1949–1956

Gol: 221 gol (TOP skor sepanjang masa Milan)

Capocannoniere Serie A: 5 kali

Legenda Swedia ini tak banyak dibicarakan generasi sekarang, tapi ia adalah top skor sepanjang masa Milan.

Fisik kuat, penyelesaian klinis, dan statistiknya tetap tak terkejar hingga kini.

5. George Weah – Presiden Liberia, Raja Milan

Periode: 1995–2000
Ballon d’Or: 1995 (satu-satunya pemain Afrika yang memenangkannya)

Weah adalah kombinasi dari kekuatan, kecepatan, dan teknik. Gol solo run legendarisnya dari gawang sendiri ke gawang lawan adalah puisi dalam sepak bola.

Ia mencetak sejarah bukan hanya di lapangan, tapi juga secara politik.

6. Gianni Rivera – Sang "Golden Boy" Italia

Periode: 1960–1979

Posisi: Playmaker/Second Striker

Ballon d’Or: 1969

Trofi: 3 Scudetto, 2 Liga Champions

Rivera adalah legenda dengan gaya yang halus namun mematikan. Ia bukan striker murni, tapi jadi jantung serangan Milan era 60-70an.

Maestro lapangan dengan visi langit-langit stadion.

7. Zlatan Ibrahimović – Ego yang Menghidupkan Milan

Periode: 2010–2012 & 2020–2023

Gol: 93 gol total

Kharisma: Lahir untuk dominasi

Zlatan tidak datang untuk berbaur. Ia datang untuk mendominasi. Di dua periode berbeda, ia membawa Milan ke posisi kompetitif, bahkan juara.

Usia bukan penghalang, karena Zlatan adalah gaya hidup Milan itu sendiri.

Attacante Ikonik Lain yang Patut Disebut:

José Altafini – Top skor era 60-an

Jean-Pierre Papin – Eks Ballon d’Or yang sempat bersinar

Patrick Kluivert – Meski sebentar, tetap berkesan

Alexandre Pato – Harapan besar yang sayangnya kandas karena cedera

Setiap attacante ikonik Milan membawa cerita berbeda: keajaiban Van Basten, insting Inzaghi, keanggunan Sheva, hingga ego Zlatan.

Tapi semuanya punya satu kesamaan — mereka mencintai Milan, dan Milan mencintai mereka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#penyerang #san siro #italia #Marco Van Basten #AC Milan #Andriy Shevchenko #rossoneri