RADARTUBAN – Serie A atau Liga Italia tak cuma terkenal dengan taktik “Catenaccio” atau drama transfer pemain bintang.
Tapi juga dikenal sebagai tempat lahirnya kapten-kapten legendaris yang bukan cuma kuat secara teknis, tapi juga punya loyalitas dan kepemimpinan yang bikin lawan segan dan fans segan beranjak.
Mereka bukan hanya pemimpin di lapangan, tapi juga simbol dari era keemasan klub masing-masing. Siapa saja yang pantas disebut sebagai kapten paling ikonik sepanjang sejarah Serie A?
Berikut daftar 10 kapten paling legendaris di Liga Italia, lengkap dengan klub, posisi, dan masa pengabdiannya.
- Paolo Maldini (AC Milan, 1985–2009)
Posisi: Bek kiri/tengah
Legenda sejati San Siro. Bermain 25 musim dan mengenakan ban kapten sejak 1997, Maldini adalah wajah AC Milan. Mengangkat 5 trofi Liga Champions dan 7 Scudetto, putra legenda Italia Cesare Maldini itu adalah definisi dari kesetiaan dan elegansi.
- Gianluigi Buffon (Parma 1995–2001, Juventus 2001–2018, 2019–2021)
Posisi: Kiper
Buffon tak hanya jadi tembok kokoh Juve, tapi juga figur pemersatu di ruang ganti. Kapten Juve era pasca-Del Piero ini memimpin dengan hati dan komitmen tinggi, termasuk saat turun ke Serie B bersama Bianconeri.
- Francesco Totti (AS Roma, 1992–2017)
Posisi: Penyerang/gelandang serang
"Il Capitano" yang menolak Real Madrid dan bertahan demi Roma tercinta. Totti adalah ikon sejati ibukota. Mengoleksi lebih dari 300 gol dan 1 Scudetto, loyalitasnya membuatnya dipuja bak dewa oleh Romanisti.
- Javier Zanetti (Inter Milan, 1995–2014)
Posisi: Bek kanan/gelandang bertahan
Legenda Argentina ini menjabat sebagai kapten selama lebih dari satu dekade.
Zanetti memimpin Inter menembus treble winner 2010, dan dikenal sebagai pemain dengan stamina luar biasa dan karakter pemimpin sejati.
- Alessandro Del Piero (Juventus, 1993–2012)
Posisi: Penyerang
Bukan hanya ikon Juve, tapi juga kapten dengan loyalitas luar biasa. Tetap bertahan saat Juventus terdegradasi ke Serie B. Del Piero jadi pemimpin yang mencetak gol, menginspirasi, dan dicintai seluruh fans sepak bola.
- Giuseppe Bergomi (Inter Milan, 1980–1999)
Posisi: Bek tengah
“Lo Zio” alias “Sang Paman”, jadi kapten di usia muda dan menyentuh lebih dari 750 pertandingan untuk Nerazzurri. Bergomi adalah simbol loyalitas dan ketangguhan Inter era 80–90-an.
- Daniele De Rossi (AS Roma, 2001–2019)
Posisi: Gelandang bertahan
Warisan Roma setelah Totti. De Rossi dikenal sebagai kapten bermental baja dan gelandang tangguh, yang tak segan bertarung demi klub hatinya.
Dia menolak kontrak luar negeri demi setia pada Giallorossi selama mungkin.
- Franco Baresi (AC Milan, 1977–1997)
Posisi: Bek tengah
Kapten AC Milan era dominasi Eropa. Baresi adalah tembok pertahanan terbaik Italia dan pemimpin dari generasi emas Rossoneri. Nomor punggung 6-nya dipensiunkan, bukti betapa besar jasanya bagi klub.
- Sergio Brio (Juventus, 1978–1990)
Posisi: Bek tengah
Mungkin tak sepopuler Del Piero, tapi Brio adalah kapten klasik Juventus era Giovanni Trapattoni. Ia mengangkat banyak trofi Eropa dan domestik, termasuk Piala Champions 1985.
- Antonio Di Natale (Udinese, 2004–2016)
Posisi: Penyerang
Tak seperti nama-nama besar lain, Di Natale adalah kapten klub kecil dengan performa besar. Menolak tawaran Napoli demi Udinese, dia menjadi top skor Serie A beberapa musim, sekaligus legenda hidup Friuli. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama