Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah 7 Pemain Brasil Paling Moncer di Serie A yang Bikin Klub Italia Ketagihan Skillnya

Tulus Widodo • Selasa, 1 Juli 2025 | 04:30 WIB
Serie A bukan sekadar nostalgia. Liga ini terus berkembang dengan talenta muda, rivalitas abadi, dan kecerdasan taktik yang memikat.
Serie A bukan sekadar nostalgia. Liga ini terus berkembang dengan talenta muda, rivalitas abadi, dan kecerdasan taktik yang memikat.

RADARTUBAN - Dari legenda AC Milan hingga playmaker masa kini, inilah para pemain Brasil yang sukses menyulap Serie A jadi panggung pertunjukan magis ala Samba.

Siapa saja yang layak disebut paling ikonik?

Italia memang surganya taktik, tapi ketika pemain Brasil turun di Serie A, sepak bola berubah jadi seni panggung.

Lincah, teknik tinggi, dan flamboyan—itulah ciri khas pemain Negeri Samba yang sukses menancapkan taringnya di Liga Italia.

Dari era 90-an hingga modern, Brasil tak pernah kehabisan stok bintang yang membuat para tifosi Italia mabuk kepayang.

Berikut ini 7 pemain Brasil paling moncer di Serie A yang bukan cuma jadi bintang, tapi juga legenda klub dan ikon sepak bola Italia.

Gaya mereka, statistik, hingga kontribusi besar terhadap klub masing-masing.

1. Kaká (AC Milan) – Wajah Brasil di Milanello

Periode: 2003–2009, 2013–2014

Caps Serie A: 193

Gol: 77

Siapa yang bisa lupa senyum polos dan tendangan roket Kaká? Pria bernama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite ini jadi tulang punggung Rossoneri kala merebut Scudetto dan Liga Champions.

Ballon d’Or 2007 membuktikan betapa gilanya performa Kaká di Serie A—elegan, cepat, dan mematikan. Di San Siro, ia bukan sekadar idola, tapi simbol kejayaan Milan era 2000-an.

2. Ronaldinho (AC Milan) – Penyihir Samba di Kota Mode

Periode: 2008–2011

Caps Serie A: 76

Gol: 20

Walau lebih dikenal di Barcelona, Dinho tetap menorehkan keajaiban di Milan. Dribble liar, no-look pass, dan skill yang membuat bek lawan frustrasi jadi sajian wajib tiap kali Milan main.

Bersama Pato dan Seedorf, dia meramu lini serang Milan jadi mimpi buruk lawan.

Gaya hidupnya mungkin kontroversial, tapi karismanya di lapangan tak pernah diragukan.

3. Cafu (AS Roma, AC Milan) – Raja Overlap Tanpa Lelah

Periode: 1997–2008

Caps Serie A: 272

Gol: 5

Julukan “Il Pendolino” (kereta cepat) bukan sekadar isapan jempol. Cafu adalah bek kanan yang revolusioner. Ketika bek lain bertahan, dia justru menyerang.

Bersama Roma dan Milan, ia bukan hanya menambah opsi menyerang, tapi juga menjadi pemecah kebuntuan dari sisi kanan.

Fisik baja, stamina tak habis-habis, dan loyalitas tinggi bikin namanya melegenda.

4. Maicon (Inter Milan, Roma) – Tank dari Brasil yang Tak Kenal Takut

Periode: 2006–2014

Caps Serie A: 190

Gol: 15

Maicon bukan tipikal bek biasa.

Dia adalah mesin perang di bawah asuhan Mourinho saat treble winners Inter Milan 2009–2010.

Salah satu gol terkenalnya ke gawang Juventus lewat solo run jadi bukti sahih betapa berbahayanya dia.

Satu dekade kemudian, namanya tetap dibicarakan sebagai bek kanan terbaik Serie A era modern.

5. Hernanes (Lazio, Inter, Juventus) – Gelandang Serba Bisa

Periode: 2010–2017

Caps Serie A: 167

Gol: 29

Dikenal dengan julukan "Il Profeta", Hernanes adalah jenderal lapangan tengah yang cerdas, memiliki tembakan jarak jauh mematikan, dan piawai membaca permainan.

Bersinar di Lazio, kemudian menyebrang ke dua rival besar (Inter dan Juve)—Hernanes adalah contoh gelandang Brasil yang adaptif dengan gaya taktis Serie A.

6. Alex Sandro (Juventus) – Pilar Kiri Era Keemasan Juve

Periode: 2015–2024

Caps Serie A: 224

Gol: 12

Selama nyaris satu dekade, Alex Sandro adalah penguasa sektor kiri Juventus. Baik saat era Allegri maupun Sarri, ia tetap konsisten.

Defender dengan gaya modern—kuat bertahan dan rajin membantu serangan.

Di tengah gempuran pemain asing, Alex Sandro tetap jadi pilihan utama berkat stabilitas dan kecerdasan taktiknya.

7. Thiago Silva (AC Milan) – Sang Profesor dari Rio

Periode: 2009–2012

Caps Serie A: 93

Gol: 5

Meski hanya tiga musim di Serie A, pengaruh Thiago Silva di lini belakang Milan sangat terasa.

Dia datang saat Milan butuh sosok pemimpin baru dan langsung jadi andalan.

Kemampuannya membaca permainan dan tenang dalam tekanan membuat duetnya bersama Nesta. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#cafu #kaka #maicon #Juventus #sandro #AC Milan #Liga Italia #thiago silva #ronaldinho #serie A #brasil