Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cristian Chivu Ambil Hikmah dari Kegagalan Inter Milan di Piala Dunia Antarklub 2025

Bihan Mokodompit • Selasa, 1 Juli 2025 | 18:14 WIB
Inter Milan saat melakukan official training di Amerika Serikat.
Inter Milan saat melakukan official training di Amerika Serikat.

RADARTUBAN - Cristian Chivu mencoba mengambil sisi positif dari kegagalan Inter Milan di Piala Dunia Antarklub 2025.

Pelatih anyar itu menilai, meski hasil akhirnya mengecewakan, turnamen ini memberi banyak pelajaran penting untuk menyusun musim depan.

Sebagai pelatih baru, Cristian Chivu menggantikan Simone Inzaghi hanya beberapa hari sebelum tim terbang ke Amerika Serikat, tempat turnamen berlangsung.

Inter Milan tampil sebagai unggulan usai memuncaki grup berkat hasil imbang melawan Monterrey dan kemenangan atas Urawa Reds serta River Plate.

Namun, langkah mereka terhenti mengejutkan di babak 16 besar setelah dikalahkan Fluminense 0-2.

Dua gol dari German Cano dan Hercules memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Inter, sementara sejumlah peluang emas seperti tembakan Lautaro Martinez dan Federico Dimarco yang membentur mistar, serta kegagalan Stefan de Vrij, tak menghasilkan gol balasan.

Dalam wawancara bersama Sport Mediaset, Cristian Chivu mengakui bahwa performa tim jauh dari ekspektasi.

Ia menyoroti kelelahan pemain serta pendekatan permainan yang dianggap keliru.

“Fluminense tampil lebih segar dan tajam,” ujar Chivu.

“Kami tidak menjalankan pendekatan yang saya inginkan. Kami kesulitan menghadapi tekanan tinggi mereka dan terlalu percaya diri, mencoba bermain cantik padahal seharusnya lebih sederhana,” lanjutnya.

Mantan kapten timnas Rumania itu juga mengakui bahwa skuadnya mengalami kelelahan fisik maupun mental setelah melalui musim yang panjang dan berat.

“Kami tetap mencoba hingga akhir, tetapi juga kurang beruntung dengan dua tembakan yang membentur mistar dan peluang De Vrij. Sayangnya, mereka mencetak dua gol dari dua tembakan tepat sasaran,” ujar Chivu.

Kekalahan tersebut memicu komentar pedas dari kapten tim, Lautaro Martinez.

Ia menyindir isu internal tim, diduga merujuk pada Hakan Calhanoglu yang tengah dikaitkan dengan kepindahan ke Galatasaray.

Lautaro menegaskan bahwa pemain yang tidak berniat bertahan di klub sebaiknya segera pergi.

Menanggapi hal ini, Cristian Chivu tidak menampik pentingnya komitmen kolektif.

“Saya juga pernah bilang dalam konferensi pers bahwa semua orang harus bekerja ke arah yang sama. Bedanya, saya lebih diplomatis, sedangkan Lautaro langsung menghajar. Tapi, pesannya benar: untuk bangkit dari musim sulit ini, kita harus menyusun musim depan dengan ambisi besar,” tegasnya.

Meski Inter hanya tampil dalam empat laga di turnamen ini, Cristian Chivu menilai waktu singkat tersebut sangat berharga untuk memahami karakter para pemainnya.

“Saya akan mengambil nilai dari tiga minggu ini. Saya belajar banyak tentang para pemain—kekuatan, kelemahan, karakter mereka. Ini adalah kelompok yang dipaksa menggali hingga dasar semangatnya setelah musim yang sulit,” ucapnya.

“Saya selalu melihat gelas setengah penuh, kalau tidak begitu, kepala saya sakit. Mari kita jadikan tiga minggu ini fondasi untuk menyusun rencana musim depan,” lanjutnya.

Kini, tugas berat menanti Cristian Chivu dalam memulihkan semangat tim yang sebelumnya gagal meraih Scudetto, Coppa Italia, Supercoppa Italiana, dan dihajar 0-5 oleh PSG di final Liga Champions.

 

Meski debutnya berakhir pahit, Cristian Chivu menegaskan komitmennya untuk membangun kembali Inter Milan.

Turnamen ini bisa jadi awal dari transformasi taktik dan semangat kolektif menuju musim depan yang lebih ambisius.

Dengan tekad kuat, pengalaman baru, dan visi yang segar, Inter di bawah Cristian Chivu bertekad menatap masa depan dengan penuh optimisme. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Kegagalan #Cristian Chivu #Amerika Serikat #Inter Milan #piala dunia antarklub 2025