RADARTUBAN – Serie A bukan hanya panggung para maestro Eropa dan Amerika Latin. Asia juga punya jejak kuat di salah satu liga terbaik dunia ini.
Dari masa lalu hingga kini, sederet pemain Asia telah mencatatkan sejarah di tanah Italia—baik sebagai pionir, pemain kunci, hingga inspirasi generasi baru.
Berikut ini ulasan lengkap pemain Asia yang pernah maupun yang hingga kini masih berkiprah di Serie A, dari era awal 2000-an hingga musim 2025/2026!
MASIH AKTIF: Asia di Serie A Musim 2025/2026
Mehdi Taremi (Iran) – Inter Milan
Posisi: Striker
Status: Bergabung sejak 2024 dari Porto.
Catatan: Mencetak gol penting di Serie A dan tampil cemerlang di Liga Champions.
Daya Tarik: Taremi adalah simbol bahwa pemain Asia bisa jadi match-winner di level elite Eropa.
Zion Suzuki (Jepang) – Parma
Posisi: Penjaga gawang utama
Fakta: Dipuji karena penyelamatan krusial yang membawa Parma menjauh dari degradasi.
Spesial: Jadi ikon baru bagi Jepang dalam pos kiper, sesuatu yang jarang terjadi.
Jay Idzes (Indonesia) – Venezia
Posisi: Bek tengah
Prestasi: Pemain Indonesia pertama yang mencetak gol di Serie A (vs Juventus, 2024).
Popularitas: Meningkat tajam di kalangan fans Asia Tenggara.
Eldor Shomurodov (Uzbekistan) – AS Roma
Posisi: Striker
Peran: Opsi cadangan rotasi Mourinho, tapi tetap kontributif dalam laga penting.
Ali Jasim (Iraq) – Como
Posisi: Winger muda
Status: Debutan baru dengan potensi besar di usia 20 tahun.
PERNAH MONCER: Jejak Pemain Asia di Serie A
Hidetoshi Nakata (Jepang) – Perugia, Roma, Parma, Bologna
Era: 1998–2006
Prestasi: Juara Serie A bersama AS Roma (2000/01), dikenal sebagai ikon Asia pertama di Serie A.
Warisan: Bintang global, pemain Asia pertama yang benar-benar "dijual mahal" ke klub elite.
Lee Seung-woo (Korea Selatan) – Hellas Verona
Era: 2017–2019
Julukan: "Messi dari Korea Selatan", eks-La Masia.
Sayangnya: Gagal bersinar secara konsisten dan kini bermain di liga Asia.
Ahn Jung-hwan (Korea Selatan) – Perugia
Fakta Unik: Dipecat setelah cetak gol kemenangan Korea Selatan atas Italia di Piala Dunia 2002.
Kontroversial: Jadi simbol konflik nasionalisme vs profesionalisme.
Yuto Nagatomo (Jepang) – Inter Milan
Era: 2011–2018
Peran: Bek kiri andalan selama 7 musim.
Kontribusi: Pemain Jepang paling stabil di Serie A dalam satu dekade terakhir.
Keisuke Honda (Jepang) – AC Milan
Era: 2014–2017
Status: Ikon Asia pertama di Milan pasca-Kaka.
Gaya: Tendangan bebas mematikan dan dikenal cerdas secara taktik.
Kenapa Serie A Jadi Magnet Pemain Asia?
1. Gaya Taktikal Cocok: Pemain Asia terkenal disiplin dan pekerja keras, sesuai dengan kebutuhan Serie A.
2. Pasar Komersial: Klub-klub Italia sadar akan potensi pasar Asia—baik penjualan jersey, hak siar, hingga fanbase digital.
3. Level Tantangan Tinggi: Serie A jadi arena pembuktian kualitas teknis, fisik, dan mental.
Dulu, pemain Asia dipandang sebelah mata di Serie A. Tapi sekarang? Mereka bisa jadi pahlawan, dari Jay Idzes hingga Mehdi Taremi.
Dengan performa yang terus meningkat, jangan heran jika dalam waktu dekat lebih banyak talenta Asia meramaikan Serie A.
Liga Italia Serie A bukan lagi panggung eksklusif Eropa. Kini Asia pun turut bermain—dan menang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni