Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

7 Pelatih Legendaris AC Milan di Serie A yang Mengubah Sejarah Klub, Dari Taktik Radikal hingga Koleksi Trofi Mewah

Tulus Widodo • Kamis, 3 Juli 2025 | 15:27 WIB
Pelatih legendaris AC Milan Arrigo Sacchi
Pelatih legendaris AC Milan Arrigo Sacchi

RADARTUBAN – AC Milan bukan cuma klub sepak bola, tapi simbol kejayaan, elegansi, dan revolusi taktik di Serie A.

Di balik kesuksesan klub yang berdiri sejak 1899 ini, ada sederet pelatih legendaris yang tak hanya memberi trofi, tapi membentuk identitas sepak bola Milan hingga dikenal di seluruh dunia.

Dari masa keemasan Arrigo Sacchi, dominasi era Fabio Capello, hingga visi global Carlo Ancelotti.

Berikut adalah daftar pelatih legendaris AC Milan yang wajib kamu kenal jika mengaku tifosi sejati!

1. Arrigo Sacchi (1987–1991) – Revolusioner Tak Bertitel Pemain

Julukan: “Il Profeta del Pressing”

Sacchi dianggap sebagai arsitek kejayaan modern Milan. Meski tak punya latar belakang sebagai pemain profesional, ia menciptakan sistem pressing zona yang mengubah wajah Serie A.

Prestasi di Milan:

1x Serie A (1987–88)

2x Liga Champions (1988–89, 1989–90)

2x Piala Super Eropa

2x Piala Interkontinental

Sacchi dikenal karena gaya 4-4-2 cair dengan garis pertahanan tinggi, dan membentuk tim abadi yang diisi Van Basten, Gullit, Rijkaard, Baresi, dan Maldini.

Sampai hari ini, Milan era Sacchi masih dianggap salah satu tim terbaik sepanjang masa.

2. Fabio Capello (1991–1996, 1997–1998) – Raja Konsistensi dan Efisiensi

Julukan: “The Pragmatist”

Capello mewarisi skuad dari Sacchi dan langsung mencetak sejarah. Di tangannya, Milan dikenal sebagai tim dengan pertahanan terkuat dan efisiensi luar biasa.

Prestasi di Milan:

4x Serie A (1991–92, 1992–93, 1993–94, 1995–96)

1x Liga Champions (1993–94)

3x Piala Super Italia

Finalis Liga Champions (1992–93, 1994–95)

Ia menciptakan rekor tak terkalahkan di Serie A selama semusim penuh (1991–92) dan menghancurkan Barcelona 4-0 di final Liga Champions 1994.

Capello menekankan soliditas, kedisiplinan, dan hasil di atas segalanya.

3. Nereo Rocco (1961–1963, 1967–1973) – Bapak Catenaccio

Julukan: “Il Paròn”

Rocco adalah pelatih pertama yang membawa AC Milan juara Liga Champions (1962–63).

Ia memperkenalkan sistem catenaccio ke klub, fokus pada pertahanan kokoh dan serangan balik mematikan.

Prestasi di Milan:

2x Serie A

2x Liga Champions (1963, 1969)

1x Intercontinental Cup

3x Coppa Italia

1x Cup Winners' Cup

Gaya Rocco menjadi cetak biru pertahanan Italia dan menjadikan Milan sebagai kekuatan dominan Eropa di era 1960–70-an.

4. Carlo Ancelotti (2001–2009) – Sang Maestro Keseimbangan

Julukan: “Mister Champions”

Ancelotti membentuk tim dengan perpaduan harmoni taktik dan permainan indah.

Ia memaksimalkan pemain seperti Kaka, Pirlo, dan Shevchenko dalam sistem berlian khasnya.

Prestasi di Milan:

1x Serie A (2003–04)

2x Liga Champions (2002–03, 2006–07)

2x Piala Super Eropa

1x Piala Dunia Antarklub

1x Coppa Italia

1x Piala Super Italia

Dikenal sebagai pelatih yang jago mengelola ego dan menciptakan atmosfer ruang ganti yang sehat, Ancelotti meninggalkan warisan prestisius di Milan sebelum sukses pula di Real Madrid, Chelsea, PSG, dan Bayern.

5. Giovanni Trapattoni (1974–1976) – Pemula yang Menjadi Maestro

Sebelum jadi legenda Juventus dan Timnas Italia, Trapattoni sempat menangani Milan.

Ia mengawali karier kepelatihan di klub ini dan mewarisi filosofi defensif dari Rocco.

Prestasi:

Coppa Italia (1976)

Piala UEFA (1977) – sebagai manajer sebelum ke Juve

Meski singkat, Trapattoni dikenal karena menanamkan profesionalisme dan disiplin modern ke dalam skuad Milan.

6. Gennaro Gattuso (2017–2019) – Semangat dan Grit dalam Darah Milan

Julukan: “Si Pitbull”

Mantan gelandang ikonik Milan ini mencoba membawa semangat grinta ke kursi kepelatihan. Meskipun tanpa trofi, gaya mainnya penuh determinasi dan karakter.

Prestasi:

Finalis Coppa Italia (2018)

Kualifikasi Eropa stabil di tengah krisis finansial

Gattuso mewakili transisi Milan dari tim nostalgia ke era modern, dengan pendekatan emosional dan energi tanpa kompromi.

7. Stefano Pioli (2019–2025)

Pioli adalah pelatih yang membawa Milan kembali juara Serie A setelah 11 tahun puasa gelar (2021–22).

Ia membangun tim muda berbasis talenta seperti Leão, Tonali, dan Theo Hernandez.

Prestasi:

1x Serie A (2021–22)

Semifinalis Liga Champions (2022–23)

Meskipun tanpa nama besar di awal, Pioli membuktikan bahwa kepercayaan dan sistem jangka panjang bisa mengembalikan Milan ke puncak kompetisi.

Setiap pelatih besar AC Milan membawa gaya dan DNA yang berbeda:

Sacchi = revolusi taktik

Capello = stabilitas dan efisiensi

Rocco = pertahanan absolut

Ancelotti = keseimbangan indah

Pioli & Gattuso = era modern penuh semangat

Mereka tak hanya memberi gelar, tapi juga mengukir warisan tak tergantikan di buku besar sejarah AC Milan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AC Milan #pelatih #serie A #fabio capello #Sacchi