RADARTUBAN – Juventus bukan hanya klub terbesar di Italia dengan koleksi Scudetto terbanyak, tetapi juga rumah bagi para kapten sepak bola legendaris yang mengukir sejarah di Serie A dan Eropa.
Di Turin, ban kapten bukan cuma aksesori di lengan, tapi simbol kehormatan, loyalitas, dan tanggung jawab besar.
Beberapa nama besar tak hanya menginspirasi di lapangan, tapi juga menjadi ikon klub dan teladan bagi generasi penerus.
Siapa saja Il Capitano Juventus paling berpengaruh sepanjang masa?
Berikut ulasan lengkapnya—versi yang dijamin bikin kamu makin cinta Juve!
1. Alessandro Del Piero – The Eternal Number 10
Periode Bermain: 1993–2012
Kapten Sejak: 2001
Trofi: 6 Scudetto, 1 Liga Champions, 1 Piala Interkontinental, 1 Coppa Italia
Legenda paling dicintai dalam sejarah Juventus, Del Piero adalah simbol loyalitas dan elegansi.
Saat Juventus terdegradasi akibat skandal Calciopoli 2006, Del Piero menolak pergi dan memilih membela klub di Serie B.
Ban kapten di lengannya bukan sekadar simbol, tapi bentuk dedikasi yang tak tergoyahkan.
705 laga dan 290 gol menjadi bukti bahwa Del Piero adalah wajah Juventus sesungguhnya.
2. Gianluigi Buffon – Tembok Turin yang Abadi
Periode Bermain: 2001–2018, 2019–2021
Kapten Sejak: 2012 (pasca Del Piero)
Trofi: 10 Scudetto, 4 Coppa Italia, 1 Serie B
Kiper legendaris ini adalah kapten Juventus dengan semangat juang tertinggi.
Buffon bukan hanya kiper terbaik sepanjang masa, tapi juga pemimpin yang selalu hadir di saat kritis.
Ia juga setia ketika La Vecchia Signora terjerembab di Serie B.
Jiwa kepemimpinannya dikenal luas, bahkan menjadi mentor bagi pemain muda seperti Chiellini dan Bonucci.
3. Gaetano Scirea – Gentleman of Football
Periode Bermain: 1974–1988
Kapten Sejak: 1981
Trofi: 7 Scudetto, 1 Liga Champions, 1 UEFA Cup, 1 Super Cup
Gaetano Scirea adalah simbol keanggunan dan sportivitas. Ia jarang melakukan pelanggaran kasar, tetapi tetap menjadi bek tangguh yang dihormati lawan.
Scirea memimpin Juventus di era emas 1980-an dan menjadi satu dari sedikit pemain yang memenangkan semua gelar bergengsi di level klub dan timnas.
Ban kapten di tangannya terasa begitu elegan namun tegas.
4. Antonio Conte – Kapten Gelandang Pejuang
Periode Bermain: 1991–2004
Kapten Sejak: 1996
Trofi: 5 Scudetto, 1 Liga Champions, 1 Piala UEFA
Sebelum menjadi pelatih top, Conte adalah gelandang box-to-box yang jadi motor Juventus selama lebih dari satu dekade.
Dia memimpin dengan semangat, energi, dan determinasi tinggi. Saat mengenakan ban kapten, tak ada yang ragu siapa penggerak utama di lapangan.
Kini semangat kepemimpinannya masih terasa saat ia berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih.
5. Giorgio Chiellini – Kapten Gladiator Era Modern
Periode Bermain: 2005–2022
Kapten Sejak: 2018
Trofi: 9 Scudetto, 5 Coppa Italia
Bek tangguh bermental baja, Chiellini adalah kapten yang tak pernah kompromi.
Selalu tampil dengan determinasi tinggi, ia adalah simbol pertahanan kuat Juventus di era dominasi Serie A.
Chiellini juga dikenal karena kesetiaan dan kepemimpinan vokalnya, menjadi pemimpin sejati di era transisi pasca Buffon dan Barzagli.
6. Dino Zoff – Sang Legenda Kiper dan Kapten
Periode Bermain: 1972–1983
Kapten Sejak: 1977
Trofi: 6 Scudetto, 1 Coppa Italia
Dino Zoff adalah legenda di bawah mistar dan salah satu kapten Juventus paling disegani sepanjang masa. Ia membawa ketenangan dan rasa aman bagi timnya.
Dengan karisma luar biasa, Zoff juga menjadi kapten Timnas Italia saat juara Piala Dunia 1982.
Ketegasan dan pengalaman menjadikannya panutan yang dihormati semua pihak.
7. Roberto Bettega – Kapten Elegan Era 70-an
Periode Bermain: 1969–1983
Kapten Sejak: 1980
Trofi: 7 Scudetto, 2 Coppa Italia
Striker cerdas dan karismatik ini adalah bagian penting dari dominasi Juventus di Serie A era 70-an.
Roberto Bettega dikenal karena insting mencetak gol, tetapi juga kematangan dalam memimpin rekan setim.
Ia menjadi jembatan antara generasi tua dan muda saat Juve masuk era baru Eropa.
Dari Del Piero hingga Chiellini, dari Scirea hingga Buffon, para kapten Juventus tak hanya pemimpin di atas kertas.
Mereka adalah roh klub, simbol keteguhan, dan bukti bahwa Juve bukan cuma soal taktik, tapi juga mentalitas juara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni