RADARTUBAN – Menjelang kurang lebih dua bulan bergulirnya Liga 4 Jatim, manajemen Persatu mulai menawarkan pengelolaan klub kepada para pengusaha.
Pasalnya, jika tahun ini Persatu kembali absen mengikuti kompetisi Liga 4, maka sanksi berat siap menanti.
Direktur PT Persatu Putra Tuban Fahmi Fikroni mengatakan, pemegang saham Persatu memberlakukan manajemen terbuka bagi siapa saja yang bersedia mengelola tim kebanggaan wong Tuban ini.
‘’Kami siap membantu proses administrasi dan lain sebagainya untuk memudahkan Persatu (bisa mengikuti kompetisi Liga 4, Red),’’ ujarnya.
Diungkapkan Roni—sapaan akrab Fahmi Fikroni, dari tawaran yang disampaikan secara terbuka tersebut, sudah ada salah satu pengusaha yang tertarik mengelola Persatu.
Hanya saja, siapa sosok yang dimaksud, politikus PKB ini masih enggan untuk mengungkap.
‘’Dia pengusaha asli Tuban, nanti kalau sudah deal akan kami umumkan,’’ ujarnya.
Untuk saat ini, terang dia, pihaknya masih proses komunikasi dan belum ada kesepakatan. Roni menargetkan, bulan ini atau paling lambat sebelum kompetisi dimulai sudah ada kesepakatan untuk mengeloa Persatu.
Disinggung apakah pengelola persatu nanti akan ditarget, lolos ke Liga 3, misalnya? Salah satu pemegang saham persatu ini menjawab secara diplomatis.
‘’Tentu saja, kalau target itu pasti ada. Minimal lolos di kompetisi Liga 4 tingkat Jawa Timur. Ini target pertama, ke depannya akan ada terget lagi,’’ bebernya.
Diakui Roni, tahun ini menjadi tahun krusial bagi Persatu. Sebab, jika kembali absen mengikuti kompetisi, maka Persatu akan dibekukan oleh Asosiasi provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur.
‘’Makanya tahun ini wajib ikut,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama