Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah Pelatih Legendaris yang Paling Berjasa Mengarsiteki AC Milan di Serie A: Bukan Sekadar Taktik, Tapi Juga Warisan Abadi

Tulus Widodo • Sabtu, 5 Juli 2025 | 13:05 WIB
Arrigo Sacchi, pelatih terhebat AC Milan sepanjang masa.
Arrigo Sacchi, pelatih terhebat AC Milan sepanjang masa.

RADARTUBAN – Sepanjang sejarah panjang AC Milan di pentas Serie A, banyak nama besar telah duduk di kursi panas pelatih.

Namun dari semua sosok itu, Arrigo Sacchi masih diakui sebagai pelatih terhebat AC Milan sepanjang masa.

Bukan hanya oleh tifosi Il Rossoneri, tetapi juga oleh para analis sepak bola Eropa.

Di bawah arahannya, AC Milan bukan cuma menang—mereka menciptakan revolusi sepak bola modern.

Dengan filosofi menyerang, tekanan tinggi, dan organisasi yang rapi, Sacchi meletakkan fondasi yang mengubah wajah sepak bola Italia yang sebelumnya kaku dan defensif.

Arrigo Sacchi : Dari Penjual Sepatu Jadi Arsitek Taktik Sejati

Siapa sangka pria kelahiran Fusignano, Italia, 1 April 1946 ini tak pernah bermain sepak bola profesional.

Dia memulai kariernya sebagai pelatih klub-klub kecil seperti Rimini dan Parma, sebelum Silvio Berlusconi, presiden Milan saat itu, tertarik dengan taktik menyerang ala Belanda yang ia terapkan di Serie B.

Sacchi bergabung dengan AC Milan pada tahun 1987, dan sejak saat itu, segalanya berubah.

Rekam Jejak Kepelatihan Arrigo Sacchi di AC Milan

Sacchi membentuk "Milan Immortale", skuad yang diisi oleh trio Belanda legendaris Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard, serta pilar Italia seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, dan Carlo Ancelotti.

Taktiknya dikenal sebagai zona pressing dengan garis pertahanan tinggi, sesuatu yang sangat berani untuk era Serie A yang terkenal ultra-defensif.

FILOSOFI YANG MENDEFINISIKAN ERA

Sacchi pernah berkata:

"Saya tidak pernah mengatakan pemain hebat membuat tim hebat. Tapi tim hebat akan membuat pemain jadi hebat."

Pandangan ini mencerminkan obsesinya terhadap kolektivitas dan struktur permainan.

Dia menolak individualisme dan menekankan latihan yang intens dengan formasi 4-4-2 yang sangat disiplin.

Setelah sukses bersama Milan, Sacchi menjadi pelatih Timnas Italia (1991–1996) dan mengantarkan Gli Azzurri ke final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat sebelum kalah adu penalti dari Brasil.

Ia juga sempat melatih Atlético Madrid, kembali sebentar ke Milan, dan menjadi direktur teknik di Real Madrid, tempat ia membantu menemukan bakat seperti Casillas dan Guti.

Pengaruh Jangka Panjang : Guru Para Guru

Sacchi menjadi rujukan banyak pelatih masa kini seperti:

Sacchi telah menulis buku dan menjadi komentator, tetap vokal menyuarakan sepak bola progresif.

Mengapa Sacchi Masih Dianggap yang Terhebat?

Banyak pelatih meraih trofi, tapi sedikit yang mengubah cara sepak bola dimainkan. Di situlah letak kehebatan Sacchi. (*)

Editor : Amin Fauzie
#final Piala Dunia 1994 #arrigo sacchi #sepak bola eropa #serie A #pelatih terhebat AC Milan