RADARTUBAN – Serie A Italia dikenal sebagai kompetisi yang sangat taktikal dan defensif.
Tapi dalam sejarah panjangnya, liga ini justru melahirkan dan menjadi rumah bagi sejumlah winger eksplosif dan legendaris.
Mereka bukan sekadar pelari cepat di sisi lapangan, melainkan senjata mematikan yang mengoyak pertahanan lawan, mencetak gol-gol krusial, serta membentuk identitas klub-klub besar Italia.
Dari era 90-an hingga milenium baru, deretan winger berikut menjadi ikon, inspirasi, sekaligus momok bagi bek kanan dan kiri mana pun yang mencoba menghentikan mereka.
Siapa saja mereka? Simak ulasan lengkapnya
1. Pavel Nedved (Lazio & Juventus)
Sang "Furia Ceca" ini bukan hanya winger cepat, tapi juga punya naluri mencetak gol dan stamina luar biasa.
Nedvěd jadi otak serangan Lazio saat meraih Scudetto tahun 2000, dan kemudian jadi jantung Juventus selama bertahun-tahun.
Ballon d'Or 2003 membuktikan kelasnya bukan main-main.
2. Cristiano Ronaldo (Juventus)
Datang ke Turin pada 2018, CR7 langsung jadi raja di sisi kiri serangan Bianconeri.
Meski dikenal sebagai penyerang, Ronaldo tetap mempertahankan peran wing-forward yang mematikan.
Torehan 81 gol di Serie A hanya dalam 98 laga cukup bicara banyak soal pengaruhnya.
3. George Best (Bari)
Meski hanya singkat di Italia, George Best tetap dikenang karena gayanya yang flamboyan dan teknik olah bola memukau.
Dia membuka jalan bagi banyak winger bergaya street football yang kemudian mewarnai Serie A di tahun-tahun berikutnya.
4. Roberto Donadoni (AC Milan)
Winger klasik dengan visi dan kecerdasan tingkat tinggi. Donadoni adalah bagian vital dari dinasti Milan era Arrigo Sacchi dan Fabio Capello.
Umpan silangnya presisi dan kecepatannya sering menjadi pembeda di laga-laga besar.
5. Juan Cuadrado (Fiorentina & Juventus)
Tak bisa dilewatkan dalam daftar ini, Cuadrado adalah contoh winger modern dengan fleksibilitas tinggi.
Bisa main sebagai bek sayap, sayap kanan, atau bahkan gelandang serang.
Dribbling, crossing, dan kontribusinya di Juventus membuktikan statusnya sebagai master flank Serie A selama lebih dari satu dekade.
6. Antonio Cassano (AS Roma, Sampdoria, Milan, Inter, Parma)
Meski dikenal sebagai "bad boy", Cassano adalah penyihir sisi lapangan dengan kreativitas tinggi dan kontrol bola yang menawan.
Di usia muda, ia sempat disebut sebagai “Maradona dari Bari”.
7. Franco Causio (Juventus, Lecce, Udinese)
Legenda lama yang sering dilupakan. Dijuluki "Baron", Causio adalah winger kanan elegan yang membantu Juventus mendominasi era 70-an dan membawa Italia menjuarai Piala Dunia 1982.
Statistik Kunci yang Menegaskan Dominasi Mereka:
| Pemain | Klub Utama Serie A | Assist (rata-rata/musim) | Gol (rata-rata/musim) |
| Pavel Nedved | Lazio, Juventus | 10+ | 8–12 |
| Cristiano Ronaldo | Juventus | 5-7 | 25-30 |
| Cuadrado | Fiorentina, Juventus | 8-12 | 4-6 |
| Donadoni | AC Milan | 10+ | 5-8 |
| Causio | Juventus | 8+ | 6-10 |
Mereka tidak hanya cepat, tapi juga punya kecerdasan taktik, kreativitas, dan daya tahan fisik tinggi.
Dalam liga yang terkenal keras dan ketat seperti Serie A, menjadi winger bukanlah tugas ringan.
Tapi nama-nama ini justru tampil sebagai pembeda, penentu hasil, dan ikon tak tergantikan.
Dari era klasik hingga modern, Serie A selalu menjadi panggung bagi winger-winger kelas dunia.
Gaya bermain mereka terus berkembang, dari winger murni hingga inverted winger dan false wide.
Tapi satu hal tetap sama: peran mereka tetap vital dan menentukan. (*)
Editor : Amin Fauzie