RADARTUBAN - Langkah mengejutkan namun strategis dilakukan oleh pengelola kompetisi sepak bola nasional.
Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memutuskan, PT Liga Indonesia Baru (LIB) resmi berganti identitas menjadi "I League".
Sebuah rebranding besar-besaran yang diyakini sebagai titik awal transformasi profesionalisme dan komersialisasi sepak bola Indonesia.
Tak sekadar ganti nama, perubahan ini juga membawa semangat baru, struktur yang lebih modern, dan arah manajemen yang dinilai lebih relevan dengan tren industri olahraga global.
I League: Simbol Identitas, Inovasi, dan Integritas
Nama "I League" dipilih bukan tanpa makna. Huruf “I” merepresentasikan Indonesia, Integritas, Inovasi, dan Internasionalisasi—empat pilar utama dalam arah baru pengembangan kompetisi nasional dari Liga 1, Liga 2, hingga Elite Pro Academy (EPA).
Menurut keterangan resmi dari Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, perubahan nama ini adalah bagian dari upaya menyeluruh untuk memperkuat brand value liga sepak bola Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di mata investor dan publik global.
“Transformasi ini bukan sekadar ganti nama. Ini adalah komitmen kami membangun ekosistem sepak bola yang profesional, transparan, dan mendunia,” ujar Ferry Paulus dalam konferensi pers peluncuran I League.
Apa Saja yang Berubah di Era I League?
1. Identitas Visual Baru
Logo, warna, dan elemen visual kini lebih modern, dengan desain yang mencerminkan semangat masa depan dan profesionalisme.
2. Penguatan Tata Kelola dan Transparansi
Sistem kompetisi, pengelolaan wasit, manajemen operator, hingga distribusi hak siar kini akan dikelola lebih terbuka dengan dukungan teknologi digital.
3. Pendekatan Komersial Global
I League membuka peluang kerja sama dengan sponsor internasional, klub asing, hingga platform digital lintas negara.
4. Standarisasi Klub & Infrastruktur
Klub peserta Liga 1 dan Liga 2 diwajibkan memenuhi standar lisensi profesional, termasuk dalam aspek keuangan, akademi, dan infrastruktur stadion.
Menurut pakar industri olahraga, rebranding ini sangat tepat dilakukan di tengah naiknya minat terhadap sepak bola Indonesia, baik dari sisi rating TV, keterlibatan fans digital, maupun ketertarikan investor asing.
“I League bisa menjadi turning point penting bagi sepak bola nasional, selama dibarengi pembenahan serius di sektor wasit, regulasi, dan transparansi klub,” ujar Ardy Gunawan, analis sport business Asia. (*)
Editor : Amin Fauzie