RADARTUBAN – Di tengah persaingan sengit lini belakang Borussia Mönchengladbach, Kevin Diks tampil percaya diri.
Bek Timnas Indonesia yang baru bergabung dengan klub Bundesliga itu mengaku punya fleksibilitas luar biasa di sektor pertahanan—mulai dari bek kanan, kiri, tengah, bahkan gelandang bertahan.
Diks bukan pemain sembarangan. Berbekal pengalaman di Eredivisie dan Serie A, serta jam terbang di timnas senior Garuda, ia menyatakan siap menyesuaikan diri dengan kebutuhan tim berjuluk Die Fohlen.
“Saya bisa bermain di hampir semua posisi bertahan: bek kanan dan kiri, bek tengah, atau bahkan sebagai gelandang bertahan,” ungkap Kevin Diks.
Dengan kehadiran pemain-pemain belakang berkelas seperti Ko Itakura, Fabio Chiarodia, Nico Elvedi, dan Marvin Friedrich, Diks tak merasa gentar.
Ia justru menegaskan bahwa kemampuannya bermain di berbagai posisi menjadikannya senjata yang bisa diandalkan dalam berbagai skema.
“Saya paling nyaman bermain di pertahanan tengah. Mau itu di formasi empat bek atau tiga bek, saya siap. Saya fleksibel dan siap melayani tim,” tuturnya.
Kemampuan serbabisa ini tentu menjadi nilai plus tersendiri di tengah Bundesliga yang menuntut kecepatan adaptasi dan kedalaman taktik.
Rekam Jejak & Evolusi Karier Kevin Diks
Posisi Asli: Bek kanan
Posisi Tambahan: Bek kiri, bek tengah, gelandang bertahan
Timnas Indonesia: Pemain naturalisasi sejak 2023, langsung jadi andalan
Karier Eropa: Eks pemain Feyenoord, Fiorentina, dan FC Copenhagen
Kelebihan: Taktikal, duel udara, transisi cepat, visi distribusi bola
Bergabung dengan klub tradisional Bundesliga seperti Gladbach bukan perkara mudah.
Tapi Kevin Diks datang dengan mental baja dan pemahaman strategi yang matang.
Ia diharapkan mampu mengisi berbagai lubang pertahanan, terutama dalam formasi dinamis yang diterapkan pelatih Gerardo Seoane.
Gladbach sendiri sedang dalam fase pembangunan ulang skuad muda yang agresif, dan Kevin Diks punya peluang emas untuk menjadi pilar penting jika mampu konsisten dan adaptif. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni