RADARTUBAN – Serie A bukan cuma dikenal sebagai rumah taktik dan pertahanan super rapi.
Liga kasta tertinggi Italia ini juga terkenal keras, penuh duel fisik, dan panas emosi.
Di tengah strategi brilian dan operan cantik, ada juga para pemain yang jadi langganan kartu kuning dan merah—baik karena tekel brutal, protes berlebihan, atau gaya bermain meledak-ledak.
Siapa saja yang paling sering kena semprit wasit? Inilah 10 pemain dengan koleksi kartu terbanyak sepanjang sejarah Serie A, berdasarkan data resmi dari Transfermarkt, [Opta], serta berbagai arsip statistik Serie A.
1. Daniele Conti – 166 Kartu (Serie A: 372 Penampilan)
Klub: Cagliari
Posisi: Gelandang Bertahan
Catatan: 145 kuning, 11 merah
Ciri khas: Pemotong serangan lawan yang "kasar tapi efisien". Legenda Cagliari ini dikenal loyal, tapi juga sangat keras di lapangan.
2. Matteo Brighi – 156 Kartu (Serie A: 331 Penampilan)
Klub: AS Roma, Bologna, Verona, dll
Posisi: Gelandang Tengah
Catatan: 146 kuning, 10 merah
Catatan unik: Meski tak banyak disorot, Brighi diam-diam mencetak rekor kartu karena posisi dan gaya bermainnya yang taktis dan fisikal.
3. Gennaro Gattuso – 151 Kartu (Serie A: 335 Penampilan)
Klub: AC Milan
Posisi: Gelandang Bertahan
Catatan: 138 kuning, 13 merah
Ciri khas: Si “bad boy” Milan ini dikenal garang, keras, dan tak kenal kompromi. Mental petarung sejati.
4. Sergio Volpi – 149 Kartu (Serie A: 359 Penampilan)
Klub: Sampdoria, Brescia
Posisi: Gelandang
Catatan: 140 kuning, 9 merah
Dikenal dengan julukan “jenderal lapangan tengah” yang tak ragu mengorbankan diri untuk menghentikan serangan lawan.
5. Cristiano Zanetti – 145 Kartu (Serie A: 337 Penampilan)
Klub: Inter, Roma, Fiorentina
Posisi: Gelandang Bertahan
Catatan: 135 kuning, 10 merah
Selalu berada di zona panas pertandingan. Zanetti punya reputasi sebagai pengacau ritme lawan.
6. Giampiero Pinzi – 141 Kartu (Serie A: 336 Penampilan)
Klub: Udinese
Posisi: Gelandang Tengah
Catatan: 130 kuning, 11 merah
Ikon Udinese ini rajin mengoleksi kartu karena perannya sebagai pemutus serangan lawan.
7. Davide Astori (Alm.) – 138 Kartu (Serie A: 289 Penampilan)
Klub: Cagliari, Fiorentina
Posisi: Bek Tengah
Catatan: 130 kuning, 8 merah
Meski dikenal tenang dan elegan, Astori juga sering terlibat dalam duel udara dan situasi krusial.
8. Gary Medel – 132 Kartu (Serie A: 204 Penampilan)
Klub: Inter Milan, Bologna
Posisi: Gelandang Bertahan
Catatan: 125 kuning, 7 merah
Julukan “Pitbull” bukan tanpa alasan. Medel agresif, cepat panas, dan jadi mimpi buruk lawan di lini tengah.
9. Marco Parolo – 130 Kartu (Serie A: 319 Penampilan)
Klub: Lazio
Posisi: Gelandang Tengah
Catatan: 123 kuning, 7 merah
Meski jarang jadi headline, Parolo rajin bekerja keras dan sering lakukan pelanggaran taktis.
10. Fabio Cannavaro – 125 Kartu (Serie A: 421 Penampilan)
Klub: Parma, Inter, Juventus
Posisi: Bek Tengah
Catatan: 115 kuning, 10 merah
Ballon d’Or 2006 ini juga dikenal sebagai bek yang tak ragu keras demi menghentikan lawan.
Dalam sepak bola Italia yang sarat strategi, ada juga sisi keras yang tak terhindarkan.
Dan para pemain di atas bukan cuma dikenal karena kualitasnya, tapi juga karena gaya bermain agresif yang mengundang wasit mengeluarkan kartu hampir di tiap pertandingan.
Mereka adalah prajurit-prajurit lapangan tengah dan belakang yang tak ragu menabrak batas—demi menang, demi klub, demi tak kehilangan kontrol.
Keras? Ya. Tapi itulah Serie A: keras, taktis, dan penuh adrenalin. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni