RADARTUBAN – Harapan ribuan pendukung klub sepak bola Tanah Air untuk bisa kembali hadir di laga tandang mulai menemui titik terang.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau yang kini bertransformasi menjadi I League selaku operator kompetisi tengah mengupayakan pencabutan larangan kehadiran suporter tamu (away) yang telah diberlakukan sejak dua musim terakhir pasca Tragedi Kanjuruhan, Malang.
Namun, mimpi mempertemukan dua rival berat seperti Jakmania (Persija Jakarta) dan Bobotoh (Persib Bandung) dalam satu tribune tetap belum bisa terwujud.
Pertemuan antar suporter yang punya risiko tinggi dipastikan tetap dilarang.
“Kalau suporter Persib datang ke kandang Persija, atau sebaliknya, itu sudah bisa dipastikan tidak bisa. Itu tertutup,” tegas Direktur Utama I League, Ferry Paulus.
Sejak 2022, sebagai bagian dari program Transformasi Sepak Bola Nasional usai tragedi Kanjuruhan, PSSI dan LIB memberlakukan larangan total terhadap kehadiran fans tim tamu di semua pertandingan Liga 1 dan Liga 2.
Larangan ini berlaku ketat: klub yang melanggar langsung disanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sejumlah tim besar sudah pernah terkena hukuman denda akibat fans mereka menyelinap hadir di laga tandang.
Menjelang dimulainya kompetisi BRI Super League 2025/2026, I League masih mengkaji kemungkinan membuka kembali kehadiran suporter away—tentu dengan grading keamanan dan risiko rivalitas.
“Suporter tamu masih dalam pengkajian. Apalagi kita akan luncurkan program SobatLiga yang justru melibatkan mereka,” jelas Ferry Paulus.
Agar bisa resmi mencabut larangan ini, I League bersama PSSI akan berdialog dengan Kepolisian dan FIFA. Poin pentingnya: laga-laga yang tidak mengandung rivalitas ekstrem berpeluang menghadirkan fans tim tamu.
“Klub-klub yang tidak punya resistensi historis bisa kita beri izin. Tapi tetap harus ada restu dari aparat dan FIFA,” kata mantan Direktur Olahraga Persija Jakarta itu.
Meski berupaya membuka ruang, rivalitas abadi tetap menjadi pengecualian. Beberapa laga yang masuk dalam daftar hitam untuk kehadiran suporter tamu antara lain:
Persib Bandung vs Persija Jakarta
Arema FC vs Persebaya Surabaya
Pertemuan dua kelompok ini masih dianggap berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal jika dibiarkan tanpa kontrol ketat.
Sementara, pertandingan tim-tim yang minim rivalitas historis seperti Dewa United vs Persija atau Persita vs Bali United disebut-sebut sebagai potensi laga uji coba kehadiran suporter away di musim baru.
I League berharap ini bisa membuka jalan menuju atmosfer stadion yang lebih inklusif dan sehat.
Dengan kembali hadirnya suporter tamu, I League berharap bisa membangun ulang atmosfer stadion yang hidup, penuh warna, namun tetap aman.
Program SobatLiga dirancang untuk menyatukan fans lintas klub melalui kegiatan kreatif, bukan konflik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni