Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pelatih Timnas U-23 Soroti Minimnya Menit Main Pemain Muda di Liga Indonesia : Ini Lelucon

Tulus Widodo • Jumat, 11 Juli 2025 | 21:34 WIB

 

Vanenburg kritik keras sistem Liga Indonesia yang jarang beri kesempatan pemain muda
Vanenburg kritik keras sistem Liga Indonesia yang jarang beri kesempatan pemain muda

RADARTUBAN – Kritik tajam disampaikan pelatih Timnas Indonesia U 23, Gerald Vanenburg terhadap kondisi sepak bola nasional, khususnya terkait minimnya kesempatan bermain bagi pemain muda lokal di kompetisi domestik.

Hal ini menurutnya bukan hanya menyulitkan proses seleksi pemain ke Timnas, tapi juga menghambat perkembangan generasi emas sepak bola Indonesia.

“Saya pikir ini sebuah lelucon. Karena di Indonesia, pemain membutuhkan menit bermain, khususnya pemain muda,” tegas Vanenburg usai sesi latihan Timnas U-23 di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (10/7).

Vanenburg menilai bahwa pemain Indonesia berusia 20–23 tahun seharusnya sudah menjadi bagian dari skuad utama di level klub.

Namun realitanya, banyak dari mereka justru tersingkir oleh dominasi pemain asing dan senior, membuat jam terbang mereka sangat terbatas.

“Di usia 20 hingga 23 tahun, pemain memasuki masa usia emas untuk bermain di tim utama. Saya sudah main untuk Ajax sejak umur 17 tahun,” ujarnya, membandingkan dengan sistem pembinaan di Eropa.

Pemerintah dan federasi sempat mendorong kebijakan klub wajib memainkan minimal satu pemain U-23 selama 45 menit di tiap pertandingan.

Meski dari sisi Timnas aturan itu terlihat membantu, Vanenburg justru menganggapnya bukan solusi jangka panjang.

“Sebenarnya kalau boleh jujur, ini bukan keputusan saya. Kami memang membutuhkan pemain muda yang bagus, tapi regulasi seperti itu tidak menjamin mereka berkembang secara alami,” katanya.

Vanenburg mengakui bahwa Indonesia tidak kekurangan bakat muda. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian klub memberikan kepercayaan.

Ia berharap klub-klub lokal mulai melihat pemain muda bukan sebagai beban, tetapi sebagai aset jangka panjang.

“Di Indonesia ada banyak pemain muda berkualitas. Jadi saya pikir klub harus memberikan mereka kesempatan untuk bisa berkembang,” tegas pelatih yang juga legenda Ajax Amsterdam itu.

Minimnya menit bermain pemain muda berdampak langsung pada kualitas skuad Timnas U-23, terutama saat menghadapi turnamen bergengsi.

Misalnya, Piala AFF U 23 2025, kualifikasi Piala Asia U 23, dan SEA Games 2025.

Tanpa kompetisi yang memberi ruang bermain cukup, Vanenburg harus berjudi dengan pemain yang belum sepenuhnya matang secara pengalaman. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Piala AFF U 23 2025 #SEA Games 2025 #Piala Asia 2025 #pemain muda indonesia #sepak bola nasional #Liga indonesia #pelatih Timnas Indonesia U 23 #Gerald Vanenburg