RADARTUBAN – Persis Solo kembali bikin gebrakan jelang musim baru.
Kali ini, klub kebanggaan Kota Bengawan resmi mendatangkan Xandro Schenk, bek tengah tangguh asal Belanda jebolan Akademi Ajax Amsterdam.
Kehadiran Schenk makin menguatkan identitas “Aroma Belanda” yang kini mulai melekat erat pada skuad Laskar Sambernyawa.
Meski belum terlalu familiar di telinga publik Indonesia, Xandro Schenk bukan pemain sembarangan.
Sebelum hijrah ke Asia Tenggara, pemain berusia 31 tahun itu memperkuat Septemvri Sofia, tim yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Bulgaria.
Di musim 2024/2025, Schenk tampil konsisten dengan torehan impresif: 4 gol dan 3 assist dari 24 laga — catatan luar biasa untuk seorang bek tengah.
“Saya senang bisa bergabung dengan Persis Solo. Ini tantangan baru dan saya siap memberikan segalanya untuk klub,” ujar Schenk dalam sesi perkenalan.
Rekrutan anyar ini jelas bukan rekrutan biasa. Kedatangan Schenk tampak selaras dengan visi sang pelatih anyar Peter de Roo, yang juga berasal dari Belanda.
Dengan fondasi sepak bola Eropa yang kuat, tampaknya Persis Solo sedang membangun tim dengan karakter khas Negeri Kincir Angin — rapi, terorganisir, dan bermain atraktif.
Selain Peter de Roo dan Xandro Schenk, skuad Persis Solo sebelumnya juga telah diperkuat oleh Jordy Tutuarima, bek kiri keturunan Belanda-Maluku.
Keberadaan mereka bertiga bisa menjadi poros penting dalam sistem pertahanan dan transisi Laskar Sambernyawa musim ini.
Dengan pengalaman di Eredivisie, Eerste Divisie (Belanda), dan Liga Bulgaria, Schenk dikenal sebagai bek yang tenang, kuat dalam duel udara, dan memiliki kemampuan umpan jarak jauh yang mumpuni.
Ia diyakini mampu memperkuat lini belakang sekaligus menjadi pemimpin baru di lini pertahanan.
“Kami butuh sosok dengan pengalaman internasional dan karakter pemimpin. Xandro punya dua-duanya,” ujar perwakilan manajemen Persis Solo.
Langkah strategis Persis Solo mendatangkan Xandro Schenk tak sekadar menambah kekuatan di lini belakang, tapi juga menunjukkan ambisi besar klub menuju level permainan yang lebih berkelas.
Dengan aroma Belanda yang kian kuat, mampukah Laskar Sambernyawa menebar ancaman serius di BRI Super League 2025/26? Kita tunggu aksinya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni