RADARTUBAN – Dalam dunia sepak bola, nomor punggung bukan sekadar angka. Nomor punggung kerap menjadi simbol identitas, warisan, dan bahkan legenda.
Tak jarang, sejumlah klub memilih untuk memensiunkan nomor punggung sebagai bentuk penghormatan luar biasa kepada pemain yang telah memberikan kontribusi luar biasa — baik karena prestasi gemilang, loyalitas tinggi, atau kisah tragis yang menyentuh dunia.
Berikut ini adalah deretan klub elite dunia yang memensiunkan nomor punggung pemain mereka, lengkap dengan alasan emosional di balik keputusan tersebut.
1. AC Milan – Nomor 3 dan 6
3: Dipensiunkan untuk Paolo Maldini, legenda hidup Rossoneri. Nomor ini hanya bisa dipakai oleh keturunannya jika bermain di tim utama.
6: Didedikasikan untuk Franco Baresi, kapten legendaris Milan yang menjadi simbol pertahanan kokoh era 80–90-an.
2. Napoli – Nomor 10
10: Dipensiunkan untuk Diego Maradona, sang dewa Napoli. Kontribusinya membawa Napoli meraih dua Scudetto menjadikannya abadi di San Paolo (yang kini bernama Stadio Diego Armando Maradona).
3. Barcelona – Nomor 10 (tidak resmi)
Meski belum resmi dipensiunkan, nomor 10 milik Lionel Messi sempat tidak digunakan dalam beberapa waktu setelah kepergiannya.
Barca tengah mempertimbangkan bentuk penghormatan permanen.
4. Paris Saint-Germain – Nomor 17
17: Dipensiunkan untuk mengenang Marc-Vivien Foé, gelandang asal Kamerun yang meninggal dunia di lapangan saat membela negaranya.
5. Fiorentina – Nomor 13
13: Dikenang sebagai penghormatan kepada Davide Astori, sang kapten yang meninggal mendadak pada tahun 2018 saat masih aktif bermain.
6. Espanyol – Nomor 21
21: Dipensiunkan setelah meninggalnya Dani Jarque, bek dan kapten yang wafat karena serangan jantung saat pramusim tahun 2009.
7. Ajax Amsterdam – Nomor 14
14: Ikonik milik Johan Cruyff, legenda yang mengubah filosofi sepak bola klub dan dunia. Dipensiunkan secara simbolik oleh Ajax sebagai bentuk penghargaan abadi.
8. LA Galaxy – Nomor 23 (tidak resmi)
23: Setelah era David Beckham, nomor ini sempat tidak digunakan selama beberapa musim karena popularitas dan dampak sang pemain terhadap MLS.
9. Shimizu S-Pulse – Nomor 12
12: Dipensiunkan untuk menghormati suporter setia klub, yang dianggap sebagai "pemain ke-12".
Memensiunkan nomor punggung menjadi simbol :
- Penghargaan terhadap legenda klub
- Penghormatan atas wafatnya pemain secara tragis
- Strategi menjaga identitas klub dan loyalitas fans
Beberapa klub juga melakukannya untuk mengangkat citra klub secara global melalui nilai-nilai kemanusiaan dan emosional.
Nomor punggung di dunia sepak bola adalah bagian dari identitas dan warisan.
Saat sebuah klub memensiunkan nomor pemain, itu bukan sekadar keputusan teknis, tapi tindakan simbolis yang menggambarkan penghormatan, cinta, dan kenangan abadi.
Sebuah bentuk penghormatan yang hanya layak diberikan pada mereka yang telah menulis sejarah dengan tinta emas di klub tercinta. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni