RADARTUBAN - Chelsea menorehkan sejarah manis di akhir musim 2024–25 dengan menjadi juara FIFA Club World Cup 2025 usai menaklukkan Paris Saint-Germain 3–0.
Kemenangan gemilang ini tidak hanya membawa gelar prestisius ke Stamford Bridge, tetapi juga memberi hak eksklusif bagi The Blues untuk mengenakan Badge atau lambang juara dunia di jersey mereka selama empat tahun ke depan.
Pertandingan final FIFA Club World Cup 2025 yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, menjadi saksi kehebatan Chelsea.
The Blues bukan hanya mencetak sejarah sebagai juara pertama dalam format baru yang melibatkan 32 tim, tetapi juga menjadi tim pertama yang akan memakai badge juara dunia FIFA selama empat tahun berturut-turut.
FIFA sebelumnya hanya memberikan hak penggunaan lambang juara dunia selama satu tahun kepada pemenang turnamen versi lama.
Namun, dengan format terbaru yang berlangsung setiap empat tahun sekali, Chelsea akan menjadi satu-satunya pemegang badge hingga edisi selanjutnya digelar pada 2029.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi mengungkap desain badge eksklusif tersebut menjelang laga final.
Badge itu menampilkan logo resmi FIFA Club World Cup dan tersedia dalam dua pilihan warna: emas di atas putih dan putih di atas emas.
Yang paling membanggakan bagi Chelsea, terdapat tulisan “World Champions” yang terukir di dalamnya.
“Ini adalah simbol pengakuan atas prestasi luar biasa klub pertama yang menjadi juara dunia dalam edisi 32 tim,” ujar Infantino saat peluncuran lambang tersebut.
Dengan kemenangan ini, Chelsea akan membawa nama sebagai juara dunia tidak hanya dalam catatan sejarah tetapi juga secara visual di setiap pertandingan.
Lambang tersebut akan hadir di setiap kostum utama klub, memperkuat identitas mereka sebagai tim terbaik dunia versi FIFA.
Bagi para pendukung Chelsea, keberhasilan ini menjadi pembuktian atas kemajuan klub di bawah kepemimpinan baru dan investasi jangka panjang.
Sementara itu, bagi dunia sepak bola, keberadaan badge ini akan menjadi pembeda yang jelas antara juara dan pesaing lainnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni