RADARTUBAN - Menjelang Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Irak memproses pemain diaspora elite seperti Noah Darvich, Jussef Nasrawe, hingga Ahmed Qasem.
Timnas Irak tengah bersiap menyambut babak krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Fase keempat ini akan dimulai Oktober mendatang, dan semua tim kontestan berlomba menyiapkan amunisi terbaik mereka.
Irak pun tak mau ketinggalan — dengan gebrakan baru berupa perekrutan pemain diaspora berbakat dari Eropa dan Amerika.
Mengutip laporan eksklusif IraqXtra, anggota Komite Ekspatriat FA Irak, Ahmed Al-Falluji, mengungkapkan bahwa pihak federasi tengah memfinalisasi proses administrasi dan naturalisasi sejumlah pemain diaspora yang telah menyatakan komitmen untuk memperkuat Tim Singa Mesopotamia.
“Kami sedang menyelesaikan tahapan akhir. Mereka sudah setuju main untuk Irak, tinggal menunggu persetujuan akhir dari pelatih Graham Arnold,” ujar Al-Falluji.
Berikut ini adalah empat nama yang sedang dalam proses resmi untuk menjadi bagian dari Timnas Irak:
Noah Darvich (18 tahun)
Posisi: Attacking Midfielder
Klub: VfB Stuttgart
Catatan: Eks kapten Timnas Jerman U-17 yang menjuarai Euro U-17 2023, kini memilih Irak.
Jussef Nasrawe (18 tahun)
Posisi: Attacking Midfielder
Klub: FC Bayern II
Catatan: Playmaker kreatif jebolan akademi Bayern München, dikenal dengan visi dan kecepatan tinggi.
Ahmed Qasem (22 tahun)
Posisi: Right Winger
Klub: Nashville SC
Catatan: Penyerang eksplosif Major League Soccer (MLS) yang memiliki darah Irak dari pihak ayah.
Dario Naamo (20 tahun)
Posisi: Right Back
Klub: Dundee United (Skotlandia)
Catatan: Bek modern dengan karakter ofensif yang siap mengisi pos krusial di sisi kanan pertahanan Irak.
Meski secara administratif hampir rampung, keempat pemain diaspora ini masih menunggu keputusan akhir dari pelatih kepala Graham Arnold.
Sang pelatih asal Australia dikabarkan ingin terlebih dahulu memantau kondisi fisik dan gaya bermain mereka sebelum memberikan restu untuk debut resmi.
Langkah Irak merekrut talenta diaspora ini menjadi bagian dari strategi besar membangun tim kompetitif menghadapi Arab Saudi dan Indonesia di fase grup mendatang.
Jika keempat pemain ini resmi bergabung, maka Irak bakal mendapat suntikan kekuatan teknis dan pengalaman sepak bola modern dari Eropa dan Amerika.
Terlebih nama Noah Darvich yang sempat menjadi incaran Federasi Sepak Bola Jerman untuk terus dibina.
Langkah ini sekaligus menunjukkan transformasi serius Irak dalam menyambut era sepak bola global, memanfaatkan jaringan diaspora mereka untuk bersaing lebih kompetitif di level internasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama