Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kisah Hidup Sang Tembok Rossoneri: Franco Baresi, Si Bocah yang Dibuang Inter, Jadi Raja di Hati Milanisti

Tulus Widodo • Senin, 21 Juli 2025 | 14:28 WIB
Cerita lengkap tentang Franco Baresi, dari kegagalan awal hingga kejayaan di Milan, serta bagaimana dia tetap setia saat klub terdegradasi, menjadi legenda sejati.
Cerita lengkap tentang Franco Baresi, dari kegagalan awal hingga kejayaan di Milan, serta bagaimana dia tetap setia saat klub terdegradasi, menjadi legenda sejati.

RADARTUBAN – Tak banyak pemain yang bisa menyatu secara spiritual dengan satu klub. Tapi, Franco Baresi adalah pengecualian.

Sosok pemain kelahiran Travagliato ini bukan hanya legenda AC Milan—dia adalah roh, jiwa, dan simbol kehormatan klub dengan 7 gelar Liga Champions itu.

Ironisnya, perjalanan Sang Maestro yang dikenal sebagai “Il Capitano” ini justru dimulai dari sebuah penolakan pahit.

Saat masih bocah, Baresi sempat dicoret oleh akademi Inter Milan.

Tapi alih-alih hancur, penolakan itu menjadi titik balik. Franco muda berbelok arah ke sang rival sekota — dan sisanya adalah sejarah yang harum mewangi di San Siro.

Il Capitano Sejati: 20 Tahun, 1 Klub, 719 Penampilan

Baresi menghabiskan seluruh karier profesionalnya di AC Milan.

Dari usia 17 hingga gantung sepatu di 37 tahun, dia tercatat membela Rossoneri sebanyak 719 kali — menjadikannya salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah klub.

Sebagai bek tengah, Baresi bukan cuma keras dan lugas. Pemain kelahiran 1960 itu dikenal sebagai pemain yang punya kecerdasan taktis, presisi dalam tekel, dan pemahaman ruang yang nyaris supernatural.

Tak heran jika pelatih-pelatih top dunia menyebutnya sebagai defender dengan otak komputer dan kaki baja.

Duetnya bersama Paolo Maldini membuat Milan cukup disegani.

Selama 20 tahun berseragam merah-hitam, Baresi membantu Milan meraih:

6 Scudetto (Serie A)

3 Liga Champions (1989, 1990, 1994)

4 Supercoppa Italiana

2 Piala Interkontinental

1 Piala Dunia (1982) bersama Timnas Italia

Namun, lebih dari sekadar trofi, Franco Baresi dikenang karena kesetiaan absolutnya.

Bahkan ketika Milan terdegradasi ke Serie B pada awal 1980-an akibat skandal Totonero, dia tetap bertahan dan membawa tim kembali ke kasta teratas — sebuah loyalitas yang tak bisa dibeli.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, AC Milan mempensiunkan jersey nomor 6 milik Baresi.

Sampai hari ini, tak ada satu pun pemain yang berani (atau diizinkan) mengenakan nomor sakral tersebut.

Sebuah simbol bahwa tak akan ada lagi yang bisa menyaingi dedikasi, keteguhan, dan jiwa kepemimpinan seorang Franco Baresi.

Pasca pensiun, Baresi tetap lekat dengan Milan.

Pemain dengan 81 caps di Timnas Italia itu sempat menjadi direktur teknis, pelatih junior, dan sekarang menjabat sebagai wakil presiden kehormatan.

Pria yang dahulu diremehkan itu kini menjadi arca hidup di jantung klub.

Fakta Menarik Franco Baresi:

Ditolak Inter Milan pada usia 14 tahun

Jadi kapten Milan selama 15 musim berturut-turut

Kakaknya, Giuseppe Baresi, justru legenda... Inter Milan!

Gagal penalti di final Piala Dunia 1994, namun tetap dielu-elukan

Autobiografi berjudul "Libero di sognare" (2021) mengungkap sisi humanisnya

Franco Baresi bukan hanya legenda. Pemain yang pernah tampil dalam tiga edisi Piala Dunia (1982, 1990, 1994) itu adalah sejarah yang berdetak di setiap sudut San Siro.

Dari bocah buangan hingga jadi ikon abadi. Tak ada kisah yang lebih sempurna untuk diceritakan kepada generasi Milanisti berikutnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Liga Champions #san siro #AC Milan #Franco Baresi #Sang Maestro