RADARTUBAN - Di tengah kerasnya persaingan Liga 1, Arief Catur Pamungkas, fullback Persebaya Surabaya, memilih jalur yang tak biasa di kalangan pesepak bola profesional: melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2).
Tak main-main, Arief akan kembali menimba ilmu di kampus yang telah membesarkannya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Pemain kelahiran 1995 ini akan memulai perkuliahan pada 1 Agustus 2025, mengambil Program Studi Magister Kepelatihan Olahraga.
Jurusan yang sama juga diambil saat menyelesaikan pendidikan S1 di kampus yang sama, di mana ia dinyatakan lulus sidang pada 2022 lalu.
"Karena kedua orang tua saya berlatar belakang sebagai pengajar. Siapa tahu nanti ada rezeki jadi dosen," ujar Arief, seperti dikutip dari Jawa Pos, dengan nada optimistis namun tetap membumi.
Langkah Arief menjadi bukti bahwa karier sebagai atlet profesional tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan menyiapkan masa depan.
Di tengah padatnya jadwal latihan dan pertandingan, pemain kelahiran Mojokerto itu tetap menyisihkan waktu untuk menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi.
Arief Catur tak melihat pendidikan sekadar sebagai pelengkap formalitas.
Pilihan untuk melanjutkan ke S2 di bidang Kepelatihan Olahraga menunjukkan keseriusannya membangun karier jangka panjang di dunia olahraga, bahkan pasca gantung sepatu.
Dengan gelar akademik dan pengalaman sebagai pemain profesional, Arief punya peluang besar untuk menjadi pelatih, pengajar, atau bahkan analis taktik dan sport scientist yang saat ini sangat dibutuhkan dalam sepak bola modern.
Langkah ini juga menjadi cerminan bahwa paradigma pemain sepak bola Indonesia mulai bergeser.
Dari sekadar mengandalkan karier lapangan, kini banyak yang mulai mempersiapkan diri dengan bekal akademis demi menghadapi tantangan masa depan.
Arief Catur bukan satu-satunya pemain Persebaya yang menempuh jalur akademik.
Rekannya, Rachmat Irianto, juga telah meraih gelar sarjana dan kerap tampil dalam forum-forum edukatif sebagai pembicara.
Fenomena ini menjadi tren positif di kalangan pemain Liga 1. Kini semakin banyak pemain yang menyelesaikan studi S1, bahkan beberapa di antaranya melanjutkan ke jenjang S2 dan S3.
Mereka sadar bahwa pendidikan adalah aset jangka panjang, terlebih karier sebagai atlet bersifat terbatas oleh usia dan kondisi fisik.
Dengan latar belakang akademis yang kuat, pemain seperti Arief Catur berpotensi mengubah lanskap sepak bola Indonesia.
Mereka bukan hanya menjadi panutan di lapangan, tapi juga mampu berkontribusi dalam pembinaan usia dini, pengembangan metode kepelatihan, hingga kebijakan olahraga berbasis riset.
Perjalanan Arief menuju S2 ini menjadi inspirasi bahwa jadi pesepak bola tidak harus meninggalkan dunia pendidikan.
Sebaliknya, keduanya bisa berjalan beriringan dan saling memperkuat.
"Kalau nanti bisa jadi dosen, saya bisa berbagi pengalaman langsung kepada mahasiswa atau pemain muda. Apa yang saya alami di lapangan bisa menjadi materi pembelajaran nyata," ucap Arief, menunjukkan visi akademik jangka panjangnya. (*)
Profil Singkat Arief Catur
Nama Lengkap : Arief Catur Pamungkas
Klub : Persebaya Surabaya
Posisi : Fullback (bek kanan/kiri)
Pendidikan S1 : Kepelatihan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Lulus Sidang S1 : Tahun 2022
Pendidikan S2 : Magister Kepelatihan Olahraga, Unesa
Mulai S2 : 1 Agustus 2025
Target Karier : Dosen, pelatih, pengembang sepak bola. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni