RADARTUBAN – Kabar membanggakan datang dari industri olahraga nasional.
Brand apparel Indonesia, MILLS, resmi menjadi mitra resmi FCV Dender EH, klub yang saat ini berkompetisi di kasta tertinggi Liga Belgia (Pro League).
Kerja sama ini menandai langkah historis bagi produk lokal Indonesia yang kini telah menembus kompetisi top Eropa.
FCV Dender bukan hanya sekadar klub asing, tapi memiliki hubungan kuat dengan Tanah Air.
FCV Dender EH menjadi perhatian pecinta sepak bola Indonesia sejak diperkuat oleh Ragnar Oratmangoen, pemain diaspora keturunan Maluku yang menjadi bintang Timnas Indonesia.
Namun, koneksi itu tak berhenti di lapangan. Klub ini juga diketahui dimiliki oleh tokoh asal Indonesia, Sihar Sitorus, seorang pengusaha sekaligus politisi nasional yang sebelumnya juga aktif dalam pembinaan sepak bola nasional melalui klub PSMS Medan.
Dengan ditunjuknya MILLS sebagai apparel resmi Dender, maka identitas Indonesia makin kental membalut klub asal Flanders Timur tersebut.
Logo Garuda kecil di jersey pemain Eropa? Bukan mimpi lagi!
MILLS dikenal sebagai apparel resmi Timnas Indonesia serta beberapa klub Liga 1 dan Liga 2.
Kiprah mereka di dalam negeri sudah teruji—dengan kualitas produk yang kompetitif dan desain yang khas lokal.
Kini, lewat kerja sama dengan FCV Dender, MILLS menapaki fase baru sebagai brand global.
Tak hanya sekadar menjual produk, tapi benar-benar ikut serta dalam kompetisi resmi Eropa.
Kehadiran MILLS di Liga Belgia bukan sekadar kebetulan atau pencitraan. Ini adalah hasil kerja serius dan berkelanjutan dari produk lokal untuk unjuk gigi di level tertinggi industri olahraga dunia.
Kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas untuk ekspansi pasar, kolaborasi pengembangan produk, hingga diplomasi budaya melalui sepak bola.
“MILLS to Europe bukan hanya slogan. Ini bukti nyata bahwa produk Indonesia bisa bersaing di pasar internasional, bahkan di jantung sepak bola Eropa,” ungkap salah satu sumber dalam yang terlibat dalam kerja sama tersebut.
Apa yang sebelumnya hanya jadi harapan, kini menjadi kenyataan. FCV Dender kini tak cuma "klub milik orang Indonesia", tapi juga "memakai karya anak bangsa" dari ujung rambut sampai kaki. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni