RADARTUBAN – Jelang kick-off BRI Super League 2025/2026, satu hal yang mencolok bukan hanya transfer pemain, tapi juga wajah-wajah baru di kursi pelatih.
Sebanyak 18 kontestan Liga 1 kini sudah meresmikan pelatih kepala mereka, dengan satu fakta mencuri perhatian: mayoritas mengandalkan pelatih asing—dari Eropa hingga Amerika Selatan.
Namun, di tengah arus globalisasi pelatih ini, Malut United justru melawan arus.
Klub yang sedang naik daun itu malah memercayakan jabatan pelatih kepala kepada putra bangsa, Hendri Susilo, sosok yang dikenal sebagai pelatih kawakan di kancah domestik.
Sebuah keputusan yang berani sekaligus membedakan diri dari klub-klub lain.
Pelatih asal Brasil, Belanda, Spanyol, Portugal, hingga Malaysia dan Irlandia Utara kini mewarnai kompetisi kasta teratas di Tanah Air, memperkaya peta taktik dan memperketat persaingan antar klub.
Bukan cuma soal nama besar, tapi juga pendekatan bermain yang beragam.
Daftar Pelatih Super League 2025/26:
Pelatih Asal Belanda
Bali United: Johnny Jansen
Dewa United: Jan Olde Riekerink
Persis Solo: Peter de Roo
PSIM: Jean-Paul van Gastel
Pelatih Asal Brasil
Arema FC: Marcos Santos
Borneo FC: Fábio Lefundes
Persija Jakarta: Maurício Souza
Pelatih Asal Portugal
Persijap Jepara: Mário Lemos
PSM Makassar: Bernardo Tavares
Semen Padang: Eduardo Almeida
Pelatih Asal Spanyol
Persebaya Surabaya: Eduardo Pérez
Persita Tangerang: Carlos Peña
Pelatih Asal Argentina
Madura United: Alfredo Vera
PSBS Biak: Marcos Guillermo
Pelatih Lainnya
Persib Bandung: Bojan Hodak (Kroasia)
Bhayangkara FC: Paul Munster (Irlandia Utara)
Persik Kediri: Ong Kim Swee (Malaysia)
Pelatih Lokal
Malut United: Hendri Susilo
Malut United: Lawan Arus, Tapi Punya Arah
Keputusan Malut United menunjuk pelatih lokal bukan tanpa dasar.
Klub berjuluk Laskar Kie Raha ini memang dikenal berbeda sejak awal: mengandalkan 100% staf pelatih lokal, mempromosikan banyak pemain muda dari EPA, dan tetap merekrut pemain bintang seperti Ciro Alves dan David da Silva tanpa harus mengekor model asing.
"Malut United bukan sekadar tampil beda. Mereka sedang membangun identitas kuat yang berbasis lokalitas, tapi tetap kompetitif," komentar pengamat sepak bola nasional.
Apa Artinya untuk Super League?
- Diversifikasi Gaya Main: Setiap pelatih asing membawa kultur taktik yang berbeda. Super League akan makin bervariasi gaya bermainnya.
- Tantangan untuk Pelatih Lokal: Keputusan Malut United bisa menjadi pembuka jalan dan inspirasi bagi klub lain untuk memberi ruang bagi pelatih dalam negeri.
- Kompetisi Makin Ketat: Dengan pelatih yang terbiasa menangani tim di level Eropa, Amerika Selatan, atau Timur Tengah, Super League dipaksa naik level secara sistem dan strategi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni