RADARTUBAN - Peta perebutan Scudetto Serie A 2025/26 mulai memanas, bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.
Di tengah dominasi narasi tentang Inter Milan dan Napoli sebagai favorit utama, mantan gelandang Juventus Alessio Tacchinardi justru melempar peringatan tegas: “Jangan lupakan Juventus.”
Dalam wawancara eksklusif bersama TuttoJuve.com, Tacchinardi menilai bahwa Si Nyonya Tua diam-diam menyusun kekuatan serius untuk kembali ke jalur perebutan gelar — dan bukan hanya numpang lewat di papan atas seperti beberapa musim terakhir.
“Juventus tidak akan lagi keluar dari persaingan di bulan Maret jika mereka terus memperkuat diri seperti sekarang,” ujar Tacchinardi.
Ia menyindir periode suram Juventus belakangan ini yang kerap tersisih lebih awal dari perburuan gelar.
Namun kini, dengan langkah-langkah strategis di bursa transfer dan suasana baru di tubuh tim, Tacchinardi yakin Juventus bisa bersaing hingga pekan terakhir, seperti halnya Inter dan Napoli di musim lalu.
Lebih dari sekadar taktik dan transfer, Tacchinardi menyoroti pentingnya pemulihan mentalitas juara — sesuatu yang menjadi ciri khas Juventus selama bertahun-tahun, namun sempat pudar dalam beberapa musim terakhir.
“Yang dibutuhkan Juventus adalah mengembalikan DNA juara mereka. Dengan kepercayaan diri, tim ini bisa menakutkan kembali,” tegas pria 50 tahun itu.
Nama Kenan Yildiz pun tak luput dari sorotan. Tacchinardi mengaku terkesan dengan perkembangan sang wonderkid, yang kini mulai mendapat kepercayaan lebih besar dari staf pelatih.
“Setiap kali saya melihat Yildiz bermain, saya melihat aura seorang pemimpin. Anak itu bukan hanya bertalenta, tapi juga punya karakter. Musim ini akan jadi musim luar biasa baginya,” ungkap Tacchinardi.
Komentar ini semakin menguatkan spekulasi bahwa Yildiz bisa menjadi titik balik generasi baru Juventus, bukan hanya dari sisi permainan, tapi juga kepemimpinan di lapangan.
Yang menarik, saat ditanya soal ancaman dari AC Milan, Tacchinardi menanggapinya dingin dan tegas: "Milan? Saya tidak khawatir," kata pemain yang membela Juve tahun 1994–2007 itu.
Pernyataan tersebut jelas menyiratkan bahwa di mata Tacchinardi, Milan bukan ancaman serius dalam perebutan Scudetto musim ini — setidaknya jika dibandingkan dengan Inter, Napoli, dan Juventus.
Bursa transfer masih berjalan, dan Juventus belum selesai berbelanja. Fokus mereka jelas: membentuk skuad tangguh dengan kombinasi pemain berpengalaman dan darah muda potensial.
Dengan Igor Tudor yang dikenal sebagai pelatih pragmatis, ditambah para pemain yang mulai menyatu, Juventus tampaknya siap kembali jadi mimpi buruk bagi pesaing-pesaingnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni