RADARTUBAN — Kabar baik datang untuk sepak bola kelompok usia Indonesia.
Timnas U-17 Indonesia dipastikan lolos langsung ke putaran final Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi, tanpa harus melewati babak kualifikasi yang biasanya penuh pertarungan ketat.
Hal ini menyusul regulasi anyar dari AFC yang menetapkan bahwa tim peserta Piala Dunia U-17 2025 otomatis berhak tampil di Piala Asia U-17 tahun berikutnya.
Ya, Indonesia menjadi salah satu dari 9 negara yang sudah mengamankan tiket ke Piala Asia U-17 2026.
AFC pun resmi mengumumkan daftar 7 negara tuan rumah yang akan menggelar kualifikasi untuk memperebutkan sisa 7 tiket tersisa.
Daftar 7 Tuan Rumah Kualifikasi Piala Asia U-17 2026:
1. Bhutan
2. China
3. India
4. Yordania
5. Kyrgyzstan
6. Myanmar
7. Vietnam
Dari kualifikasi tersebut, hanya juara grup yang akan lolos ke putaran final. Tak ada jalur runner-up terbaik, karena slot yang tersedia hanya 7 tempat.
Daftar Tim yang Sudah Lolos ke Piala Asia U-17 2026:
1. Arab Saudi (Tuan rumah)
2. Qatar
3. Korea Selatan
4. Jepang
5. Uzbekistan
6. Uni Emirat Arab
7. Tajikistan
8. Korea Utara
9. Indonesia
7 tim tambahan akan didapat dari jalur kualifikasi yang digelar di tujuh negara tersebut. Jadi, total akan ada 16 negara di putaran final Piala Asia U-17 2026.
Format Baru: Lolos Piala Dunia = Lolos Piala Asia Otomatis
AFC mulai menerapkan format baru di mana negara yang lolos ke Piala Dunia U-17 otomatis akan menjadi peserta Piala Asia U-17 tahun berikutnya.
Dengan begitu, ajang Piala Dunia bukan hanya soal gengsi global, tapi juga jadi “tiket shortcut” untuk turnamen regional Asia.
Menariknya, karena Arab Saudi menjadi tuan rumah Piala Asia U-17 dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 hingga tahun 2029, kedua negara tersebut akan selalu otomatis lolos ke turnamen, bahkan tanpa menyentuh rumput babak kualifikasi.
Sebuah keuntungan besar yang tidak dimiliki negara lain.
Timnas U-17 Indonesia yang diarsiteki Nova Arianto harus bekerja keras menyiapkan skuad terbaiknya agar berkiprah maksimal di ajang Piala Asia U-17 2026.
Pekerjaan rumah masih panjang.
Pembentukan tim baru, seleksi ketat usia muda, dan adaptasi dengan intensitas turnamen Asia jadi pekerjaan yang tak bisa ditunda. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama