RADARTUBAN - Skuad Persita 2025 kini dihuni kombinasi pemain asing berlabel mahal dan talenta muda lokal.
Pelatih anyar Carlos Pena siap bawa Pendekar Cisadane bersaing di papan atas Super League
Persita Tangerang resmi memperkenalkan skuad tempur mereka untuk kompetisi Super League musim 2025/2026.
Dengan komposisi anyar dan nilai pasar yang cukup mencolok, tim berjuluk Pendekar Cisadane itu menatap musim baru dengan ambisi besar.
Di bawah nakhoda pelatih anyar asal Spanyol, Carlos Peña, Persita membidik posisi lebih tinggi dari musim sebelumnya.
Skuad musim ini didominasi pemain muda lokal yang dipadukan dengan sejumlah pemain asing berpengalaman.
Selain itu, beberapa nama berlabel "mahal" turut menghiasi daftar pemain, menunjukkan keseriusan manajemen dalam meracik tim yang lebih kompetitif.
Di sektor penjaga gawang, Persita tetap mengandalkan Igor Rodrigues dengan nilai pasar mencapai Rp 5,65 miliar. Kiper asal Portugal itu diprediksi jadi pilihan utama.
Menyokong di posisi pelapis, terdapat nama Kartika Ajie (Rp 1,74 M), Rizwan Haikal, serta Rafi Pamungkas.
Kehadiran Igor tak hanya mempertebal barisan belakang, namun juga membawa standar permainan Eropa ke skuad Persita.
Di jantung pertahanan, duet asing Tamirlan Kozubaev (Rp 7,82 M) dari Kirgizstan dan Javlon Guseynov (Rp 3,48 M) bakal jadi tembok utama.
Mereka bakal dibantu pemain lokal seperti Mario Jardel (Rp 2,61 M) dan sang kapten Muhammad Toha (Rp 4,35 M).
Nama-nama muda seperti Charisma Fathoni dan Fairuz Ohorella juga masuk radar rotasi musim ini.
Keseimbangan usia dan pengalaman jadi modal besar untuk menjaga pertahanan tetap solid di sepanjang musim.
Lini tengah menjadi sektor dengan daya gebrak paling komplet. Pablo Ganet, gelandang asal Guinea Ekuatorial dengan nilai Rp 4,35 miliar, diplot sebagai pengatur ritme permainan.
Ganet bakal didukung oleh Bae Sin Yeong dan Éber Bessa (Rp 2,17 M) yang dikenal memiliki visi permainan tajam.
Talenta muda seperti Ahmad Fahd, Andrean Rindorindo, dan Jack Brown juga menambah kedalaman skuad.
Taktikal lini tengah ini disebut-sebut sebagai salah satu kekuatan utama Persita musim ini.
Lini serang Persita diisi nama-nama muda seperti Yardan Yafi, Esal Sahrul, Adriano Saputra, dan Dafiq Firdaus.
Sementara itu, posisi penyerang utama dipercayakan kepada Matheus Alves, striker asal Brasil yang musim lalu berkiprah di kasta tertinggi Bolivia bersama Royal Pari.
Di sisi sayap, Rayco Rodriguez (Rp 4,35 M) menjadi ancaman utama dari sisi kanan.
Dengan kecepatan dan kelincahan, Rayco diyakini bakal banyak menciptakan peluang dan assist musim ini.
Nama Carlos Peña menjadi perhatian tersendiri. Pelatih berusia 41 tahun ini pernah menukangi klub India FC Goa dan punya filosofi bermain ofensif serta mengedepankan penguasaan bola.
Penunjukan Peña sebagai pelatih kepala menjadi sinyal jelas bahwa Persita ingin naik kelas dan bersaing di papan atas Super League.
Tangan dingin dan pendekatan modern ala Spanyol diharapkan bisa memberi warna berbeda dalam permainan Pendekar Cisadane.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman, pemain asing berharga tinggi, serta sederet talenta muda penuh potensi, Persita Tangerang 2025 diprediksi akan tampil lebih konsisten.
Target utama musim ini adalah menembus papan atas klasemen Super League dan menghindari zona merah sejak awal musim.
Kompetisi bakal panjang dan keras, namun skuad yang kini lebih dalam dan merata membuat harapan itu tak lagi sekadar mimpi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama