Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

5 Aturan Baru Liga 1 dan Liga 2 2025: Offside Makin Rumit, Kiper Dikejar Waktu

Tulus Widodo • Kamis, 31 Juli 2025 | 16:05 WIB
Regulasi baru Liga Indonesia resmi diberlakukan. Termasuk offside yang lebih rumit dan peran kapten yang makin penting.
Regulasi baru Liga Indonesia resmi diberlakukan. Termasuk offside yang lebih rumit dan peran kapten yang makin penting.

RADARTUBAN — Liga Indonesia musim 2025/2026 akan berjalan beda.

Tak hanya dari sisi pemain dan klub, namun juga dari segi aturan permainan yang kini mengalami pembaruan radikal.

PSSI dan I-League selaku operator kompetisi resmi memperkenalkan sederet regulasi anyar yang siap mengguncang gaya main tim-tim Super League (Liga 1) dan Championship (Liga 2).

Mulai dari pembatasan ketat waktu kiper, hingga offside dengan standar baru, aturan ini bukan sekadar kosmetik.

Tujuannya jelas: meningkatkan fair play, mempercepat tempo pertandingan, dan menyederhanakan interpretasi wasit di lapangan.

Simak rangkuman lengkapnya berikut:

1. Kapten Bukan Lagi Sekadar Simbol

Bukan cuma ban di lengan—kapten kini jadi satu-satunya pemain yang boleh berdiskusi langsung dengan wasit dalam momen-momen krusial.

Bahkan, dalam situasi tertentu, hanya satu pemain tambahan yang diizinkan mendampingi.

Jika kiper jadi kapten, maka akan ditunjuk pemain lapangan untuk mendampingi saat proses tos koin.

Jika kapten berasal dari luar negeri (non-WNI), satu pemain lokal dapat mendampingi sebagai penerjemah resmi.

Tujuannya?

Menghindari kerumunan pemain saat protes dan menekan potensi intimidasi terhadap perangkat pertandingan.

2. Waktu Kiper Diperketat: 8 Detik, Titik!

Tak ada lagi alasan memperlambat permainan. Kiper kini hanya punya waktu 8 detik memegang bola dengan tangan. Melebihi itu? Hukumannya bukan cuma teguran.

Wasit akan memberi isyarat visual dengan lima jari pada detik-detik terakhir.

Jika tetap dilanggar, tim lawan diberikan hadiah tendangan sudut.

Aturan ini menuntut reaksi cepat dan distribusi bola yang efisien dari para penjaga gawang. Lengah sedikit, bisa jadi blunder memalukan.

3. Offside Kini Lebih Presisi — Tapi Juga Bikin Bingung

Inilah poin yang paling bikin banyak pelatih mengernyit: offside kini dihitung dari posisi pemain terhadap bola pada kotak pertama sentuhan, bukan lagi saat bola dilepas, kecuali jika bola dilempar oleh kiper (dihitung dari titik lepasnya).

Artinya: bola yang berubah arah karena sentuhan kecil bisa mengubah status offside.

Aturan ini akan menguji seberapa cepat reaksi wasit dan asisten VAR. Di sisi lain, tim harus memperbarui strategi garis pertahanan agar tak terjebak jebakan sendiri.

4. Dropped Ball: Cuma Buat yang Pantas

Pernah bingung saat bola dihentikan wasit dan ingin tahu siapa yang mendapat hak kembali?

Mulai musim ini, aturan dropped ball (bola jatuh) disederhanakan:

✓ Hanya tim terakhir yang menguasai bola sebelum dihentikan, yang berhak melanjutkan melalui dropped ball.

✓ Lawan tak boleh langsung merebut, sampai sentuhan kedua.

5. Sentuhan "Tak Sengaja" oleh Non-Pemain Tak Lagi Berbuah Kartu

PSSI kini membedakan antara sentuhan yang disengaja dan tidak disengaja dari non-pemain (pelatih, pemain cadangan, staf di pinggir lapangan).

Jika tidak ada unsur kesengajaan atau niat buruk, maka cukup diberi tendangan bebas tidak langsung, tanpa kartu atau hukuman tambahan.

Di media sosial, aturan offside baru jadi bahan perbincangan panas.

Banyak yang belum sepenuhnya paham istilah “kotak pertama bola” atau bagaimana menentukan titik offside yang sah.

Penjelasan resmi dari wasit dinantikan agar publik tak keliru menilai keputusan di lapangan.

Dengan sejumlah regulasi anyar ini, Liga Indonesia akan memasuki fase yang menuntut adaptasi cepat dari pelatih, pemain, dan ofisial.

Tak ada ruang bagi kelengahan, baik dari sisi taktik maupun disiplin. Bahkan, satu sentuhan kecil bisa jadi penentu laga.

Siap atau tidak, sepak bola nasional kini bergerak ke arah yang lebih modern dan kompleks. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#kiper #offside #kapten #aturan baru #liga 1