Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ismael Bennacer Ogah Gabung Al-Ittihad, AC Milan Kian Pusing Jelang Deadline Bursa Transfer

Tulus Widodo • Senin, 4 Agustus 2025 | 14:45 WIB
Ismael Bennacer tolak tawaran Al-Ittihad
Ismael Bennacer tolak tawaran Al-Ittihad

RADARTUBAN – Drama transfer yang melibatkan Ismael Bennacer terus berlarut dan kini resmi masuk kategori masalah baru bagi manajemen AC Milan.

Gelandang asal Aljazair itu menolak pinangan dari klub Arab Saudi, Al-Ittihad, meski tawaran yang masuk tergolong menggiurkan.

Kini, Rossoneri kebingungan: mau menjual, tapi tak ada pintu keluar yang terbuka.

Usai dipinjamkan ke Olympique Marseille musim lalu, Bennacer sejatinya hampir dilepas secara permanen.

Namun, klub Ligue 1 tersebut urung menebus klausul transfer penuh, yang membuat proses transfer batal total.

Akhirnya, sang gelandang kembali ke markas Milan di Milanello. Sayangnya, Bennacer tak lagi masuk dalam skema pelatih baru, Massimiliano Allegri, yang menginginkan profil pemain tengah dengan karakteristik berbeda.

Milan pun berniat menjual Bennacer musim panas ini. Tapi niat itu tak berjalan mulus.

Satu-satunya tawaran serius datang dari Al-Ittihad, klub Saudi Pro League yang siap membayar sekitar €20 juta untuk mendatangkan Bennacer.

Angka ini bahkan lebih besar dibanding kesepakatan awal dengan Marseille, sebuah deal yang semestinya sudah membuat Milan tersenyum.

Namun, berdasarkan laporan La Gazzetta dello Sport, Bennacer menolak pindah ke Arab Saudi.

Alasannya? Tidak dijelaskan secara pasti, tapi beberapa media menyebut pemain 26 tahun itu ingin bertahan di Eropa demi menjaga tempatnya di timnas Aljazair dan tetap bermain di kompetisi yang lebih kompetitif.

Situasi ini menempatkan Milan dalam posisi serba salah. Mereka butuh dana segar untuk memperkuat lini lain.

Bennacer tidak masuk rencana tim utama. Tawaran sudah ada, tapi pemainnya tidak tertarik.

Dengan waktu bursa transfer yang makin menipis, manajemen Milan kini berpacu dengan waktu mencari pembeli baru.

Namun opsi di Eropa pun tak banyak, mengingat kondisi fisik Bennacer yang sempat diganggu cedera dan gaji yang cukup tinggi.

Situasi Bennacer ini mengingatkan banyak fans pada betapa cepatnya status pemain bisa berubah.

Dari jantung lini tengah Milan di era Pioli, kini Bennacer justru jadi 'aset menganggur' yang tak bisa dipaksakan ke pasar.

Padahal, di masa keemasannya, ia dikenal sebagai motor penggerak yang tangguh, disiplin, dan punya distribusi bola yang cerdas.

Tapi setelah rentetan cedera, performanya melorot, dan Milan pun mulai mencari alternatif yang lebih stabil.

Pilihan yang tersisa bagi Bennacer antara lain kembali ke Ligue 1, dengan klub yang punya dana dan posisi starter.

Opsi lainnya, hijrah ke Liga Turki, yang kerap jadi pelabuhan pemain top Eropa yang ingin tetap kompetitif. Atau, menerima pinangan Al-Ittihad, jika tak ada pilihan lain dan negosiasi ulang bisa dilakukan.

Jika semua opsi gagal, maka Milan kemungkinan besar akan menyimpan Bennacer hingga Januari, dan itu berpotensi jadi beban gaji yang tidak produktif.

Kisah Ismael Bennacer menjadi salah satu dilema klasik di dunia sepak bola modern: ketika klub ingin berpisah, tapi pemain tak ingin pergi.

AC Milan kini dituntut bergerak cepat mencari solusi sebelum jendela transfer ditutup. Apakah Bennacer akan berubah pikiran? Atau justru Milan harus menanggung konsekuensi dari ‘pemain surplus’. Kita tunggu plot twist selanjutnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Al-Ittihad #Bennacer keluar dari Milan #Saudi Pro League #Transfer AC Milan 2025 #AC Milan #eropa #Milan cari dana segar #massimiliano allegri #timnas aljazair #olympique marseille #Ismael Bennacer tolak Al Ittihad #Ismael Bennacer #ligue 1