Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Debut Lawan Milan: Saat Buffon Remaja Mengejutkan Dunia dan Membungkam Capello

Tulus Widodo • Senin, 4 Agustus 2025 | 23:13 WIB

Gianluigi Buffon
Gianluigi Buffon

RADARTUBAN – Sebelum dunia mengenalnya sebagai legenda penjaga gawang, Gianluigi Buffon adalah seorang remaja pendiam yang tiba-tiba dipanggil untuk debut melawan raksasa Eropa, AC Milan.

Waktu itu November 1995, Buffon baru berusia 17 tahun, dan Parma dilanda krisis mendadak usai cederanya kiper utama Luca Bucci.

Pelatih Parma saat itu, Nevio Scala, mengetuk pintu kamar Buffon jelang pertandingan.

Dengan tenang, sang remaja menjawab, “Tentu saja saya siap. Kalau tidak, untuk apa saya di sini?”

Tak ada yang menyangka, termasuk pelatih Milan Fabio Capello, bahwa bocah yang satu ini akan membungkam barisan bintang Milan dalam salah satu debut paling epik dalam sejarah Serie A.

AC Milan waktu itu bukan tim sembarangan. Mereka adalah juara Eropa yang baru saja mendominasi Liga Champions, diperkuat nama-nama legendaris seperti George Weah, Roberto Baggio, Zvonimir Boban, Demetrio Albertini, Franco Baresi, Paolo Di Canio, Roberto Donadoni, dan Paolo Maldini.

Sebuah barisan yang bisa membuat mental pemain manapun runtuh, apalagi seorang remaja.

Tapi Buffon berdiri tenang, tak goyah sedikit pun. Ia melakukan serangkaian penyelamatan refleks luar biasa, membaca permainan dengan matang, dan menunjukkan kontrol area penalti yang nyaris mustahil untuk usianya.

Pelatih AC Milan saat itu, Fabio Capello, tak segan memberikan pujian: “Kiper muda itu mengejutkan kami dengan hal-hal yang tidak pernah kami duga.”

Komentar yang datang dari salah satu otak sepak bola terbaik Italia saat itu hanya menegaskan satu hal: Italia baru saja menemukan pewaris takhta di bawah mistar.

Buffon sendiri mengakui bahwa laga debut ini adalah titik balik dalam hidupnya.

“Itu mungkin pertandingan paling penting dalam karier saya.”

“Nevio Scala hanya bertanya apakah saya siap. Saya jawab, tentu saja! Jika tidak, mengapa saya ada di sini?”

Dan sejak saat itu, Buffon tak pernah melihat ke belakang.

Debut melawan Milan adalah awal dari perjalanan epik Buffon menuju status legenda.

Setelah beberapa musim membela Parma, Buffon melanjutkan karier ke Juventus dan PSG.

Buffon juga masuk skuad Timnas Italia yang menjadi juara Piala Dunia 2006. Dia meraih lebih dari 1.100 penampilan profesional dan dinobatkan berkali-kali sebagai Kiper Terbaik Dunia.

Laga debut Buffon bukan sekadar cerita sepak bola — itu momen ikonik tentang kesiapan, ketenangan, dan keberanian seorang bocah 17 tahun menghadapi panggung terbesar.

Hari itu, sepak bola menyaksikan lahirnya bukan sekadar pemain, tapi salah satu kiper terbaik sepanjang masa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Liverpool vs Athletic Club #Liga Champions #timnas italia #juara piala dunia #AC Milan #Fabio Capello puji Buffon #gianluigi buffon #parma #serie A #Debut Buffon lawan Milan #Buffon vs AC Milan 1995 #kiper terbaik