RADARTUBAN- Luka Modric resmi bergabung dengan AC Milan, menandai babak baru dalam karier panjang sang maestro lini tengah asal Kroasia.
Dalam konferensi pers perdananya sebagai pemain Rossoneri, Modric tak hanya bicara soal ambisinya di Serie A, tetapi juga menyebut satu nama yang menjadi inspirasi besar: Zlatan Ibrahimovic.
Modric mengaku bahwa sosok Ibrahimovic memiliki peran penting dalam keputusannya merapat ke San Siro. Ia menyebut karakter, profesionalisme, dan semangat juang Zlatan sebagai hal yang patut diteladani.
“Ketika mendengar nama AC Milan, saya langsung teringat sosok seperti Zlatan. Ia bukan hanya legenda klub ini, tetapi juga panutan bagi banyak pemain, termasuk saya,” ujar Modric dalam sesi perkenalan.
Pemain berusia 38 tahun itu menandatangani kontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2027.
Baca Juga: AC Milan Bypass Jalur Resmi Demi Jashari, Furlani Langsung Telepon Presiden Club Brugge
Meski usianya tak lagi muda, Modric datang dengan tekad besar: membawa Milan kembali ke jajaran elite Eropa.
Ia menyebut bahwa bergabung dengan Milan adalah impian masa kecil yang terinspirasi dari idolanya, Zvonimir Boban, dan atmosfer kompetitif sepak bola Italia.
Kehadiran Modric di Milan juga tak lepas dari peran Ibrahimovic yang kini menjabat sebagai penasihat senior klub.
Diketahui, Zlatan secara pribadi menghubungi Modric dan menyampaikan bahwa Milan adalah tempat yang tepat untuk menutup karier dengan makna.
“Saya berharap bisa mengikuti jejak Zlatan, yang membawa Milan juara Serie A di usia kepala empat. Saya akan sangat senang jika bisa melakukan hal serupa,” kata Modric.
Modric datang dengan pengalaman 13 tahun di Real Madrid, enam gelar Liga Champions, dan satu Ballon d’Or.
Milan berharap kehadirannya bisa menjadi mentor bagi pemain muda seperti Tijjani Reijnders dan Yacine Adli, sekaligus menjadi pemimpin di ruang ganti seperti yang dilakukan Ibrahimovic pada 2020.
Kini, publik San Siro menanti debut Modric dalam laga pramusim. Harapan besar mengiringi langkahnya, dan Milan percaya bahwa sang maestro masih punya cukup energi untuk menuliskan babak gemilang lainnya dalam sejarah klub. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni