RADARTUBAN – Kabar baik datang dari tim kebanggaan Bonek, Persebaya Surabaya. Bek tangguh asal Brasil, Leo Lelis, dipastikan fully fit setelah sukses menuntaskan rangkaian tes medis yang digelar tim medis Persebaya, Selasa (5/8). Hasilnya? Nol cedera. Nol keluhan. Siap tempur!
Dengan hasil ini, Leo Lelis dipastikan bisa tampil pada laga pembuka BRI Super League 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta, Jumat (8/8), di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Kehadirannya bakal menjadi tambahan tenaga krusial untuk benteng pertahanan Bajol Ijo.
Tes medis hari ini menjadi penentu partisipasi Lelis usai sempat absen dalam beberapa sesi latihan karena kelelahan otot. Namun kekhawatiran itu sirna.
Berdasarkan laporan tim medis, pemain berusia 30 tahun itu dinyatakan dalam kondisi fisik prima dan siap tampil 90 menit penuh.
“Semua hasil tes Leo positif. Tidak ada cedera atau keluhan yang menghambat. Dia fit 100 persen,” ungkap salah satu anggota tim medis Persebaya.
Musim lalu, Leo Lelis tampil garang sebagai pemimpin di lini belakang dan berhasil mengantarkan Persijap Jepara promosi ke Liga 1.
Meski sempat terganggu cedera, kontribusinya tetap terasa—terutama lewat duel udara, ketenangan dalam build-up, dan gaya main penuh determinasi.
Kini, Lelis siap kembali membentengi lini belakang Bajol Ijo. Pertandingan melawan PSIM bakal menjadi debut di periode keduanya berseragam Green Force.
Dan, ekspektasi publik Surabaya sudah melambung tinggi kepada pemain yang memiliki nama lengkap Leonardo Silva Lelis itu.
Lewat unggahan singkat di Instagram Story, Lelis menuliskan pesan menggoda untuk suporter hijau: "See you on Friday."
Singkat, padat, tapi cukup bikin geger jagat Bonek!
Tak ayal, lini masa X dan Instagram langsung dipenuhi semangat dari suporter.
Banyak yang menantikan aksi sang jenderal lapangan belakang kembali mengomandoi tim.
Persiapan Persebaya musim ini terlihat lebih matang. Dengan pelatih anyar Eduardo Pérez di kursi komando, dan Leo Lelis yang kembali 100% bugar, komposisi tim terlihat menjanjikan.
Bonek jelas berharap Lelis bisa mengangkat performa tim sejak laga perdana, apalagi lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan.
PSIM Yogyakarta dikenal sebagai tim pekerja keras dengan pressing tinggi—artinya pengalaman Lelis akan jadi pembeda. (*)
Editor : Amin Fauzie