RADARTUBAN – Setelah bertahun-tahun menjadi simbol kejayaan AC Milan di balik layar, Adriano Galliani dikabarkan resmi akan comeback ke klub merah-hitam mulai September 2025.
Ya, ini bukan wacana ecek-ecek — ini gerakan besar yang bisa jadi titik balik kekuatan Milan secara struktural dan politis di sepak bola Italia.
Menurut bocoran eksklusif Corriere dello Sport, langkah ini dimungkinkan setelah klub AC Monza dijual ke perusahaan investasi asal Amerika, Beckett Layne Ventures, dari tangan Fininvest.
Dalam struktur baru Monza, nama Galliani tak lagi tercantum. Artinya? “Misi Galliani di Monza sudah selesai.
Sekarang waktunya kembali ke rumah lamanya: AC Milan,” tulis jurnalis senior Franco Ordine.
Kesepakatan ini disebut-sebut terjadi saat Galliani dan Gerry Cardinale (pemilik RedBird Capital, investor utama Milan) bertemu di French Riviera.
Lokasi elit, pembicaraan elit pula. Hasilnya? Jabatan baru pun dirancang khusus untuk sang maestro transfer: Kepala Sepak Bola AC Milan.
Jabatan yang mengawasi seluruh struktur teknis-operasional klub, dari bursa transfer hingga negosiasi elite, tanpa harus duduk di kursi Presiden.
Menariknya, dua sosok kunci menyokong penuh kembalinya Galliani:
* Zlatan Ibrahimović – sahabat dekat Galliani yang kini berperan sebagai konsultan khusus klub.
* Giorgio Furlani, CEO Milan, yang konon “terpesona” dengan jaringan dan pengalaman Galliani.
Selama ini, dominasi Beppe Marotta di Inter tak terbantahkan. Ia memainkan kekuatan politik Inter dengan presisi.
Sementara Milan? Terasa ‘senyap’, bahkan kerap jadi korban keputusan wasit atau federasi.
“Kembalinya Galliani bukan soal romantisme, tapi kekuatan politik dan lobi di balik meja yang sangat dibutuhkan Milan,” kata analis sepak bola Italia, Fabio Licari.
Allegri juga diuntungkan? Tanda-tandanya semakin jelas. Galliani dan Massimiliano Allegri punya sejarah kuat sejak sang pelatih diboyong dari Cagliari ke Milan pada 2010.
Keduanya dikenal memiliki kedekatan personal dan visi teknis yang sejalan.
Kuat dugaan, kehadiran Galliani bisa mengokohkan posisi Allegri di Milan, sekaligus memberikan dukungan penuh dalam pembentukan skuad untuk kompetisi Serie A musim 2025/2026.
Walau sempat "menghilang" dari spotlight, Galliani masih aktif di panggung elit sepak bola dunia:
✓ Diundang Real Madrid sebagai tamu kehormatan acara kelulusan manajemen
✓ Jadi satu-satunya perwakilan Italia di penutupan Club World Cup di New York
✓ Sering terlihat dalam jamuan makan malam bersama Shevchenko dan Ancelotti
Itu semua sinyal bahwa koneksi Galliani tetap panas. Dan Rossoneri bisa sangat diuntungkan.
Kalau kamu pikir ini cuma gerakan "orang tua comeback", kamu keliru. Ini adalah rebutan kekuasaan sepak bola. Dan Milan sedang menyiapkan kembalinya raja lobi ke atas papan catur Serie A.
Dulu Galliani bisa datengin Kaka cuma pakai fotokopi paspor dan satu telepon tanpa agen. Siapa tahu musim ini, dia datang-datang langsung boyong kejutan dari pasar transfer? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni