Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gasperini Bongkar Tradisi Lama! Ban Kapten Roma Kini Bisa Bergilir, Bukan Lagi Monopoli Satu Nama

Tulus Widodo • Kamis, 7 Agustus 2025 | 02:37 WIB
Pelatih anyar AS Roma, Gian Piero Gasperini
Pelatih anyar AS Roma, Gian Piero Gasperini

RADARTUBAN – Pelatih anyar AS Roma, Gian Piero Gasperini, kembali mencuri perhatian lewat kebijakan unik yang bakal mengubah wajah kepemimpinan di ruang ganti I Giallorossi.

Bukan lagi berpaku pada satu sosok, ban kapten musim ini bisa bergilir antar pemain, tergantung pada jumlah penampilan terbanyak di lapangan.

Dalam konferensi pers terbarunya, Gasperini secara terbuka menyebut akan memilih kapten berdasarkan senioritas statistik, bukan hierarki emosional atau faktor non-teknis.

“Saya punya 7–8 kapten. Kalau bisa, musim ini jadi 15 atau 20,” ujar Gasperini sambil tersenyum. “Semua ditentukan dari jumlah penampilan, bukan hal lain.”

Meski keputusan ini cukup revolusioner, Gasperini memastikan bahwa Lorenzo Pellegrini—kapten utama Roma dalam beberapa musim terakhir—tetap memiliki posisi sentral di skuad.

Namun, pria berusia 28 tahun itu harus siap berbagi peran, tergantung situasi di atas lapangan.

“Status Pellegrini tidak terganggu. Tapi sesuai hierarki jumlah laga, siapa pun bisa mengenakan ban kapten saat dia absen,” tuturnya.

Keputusan ini dinilai sebagai upaya Gasperini menciptakan rasa kepemilikan kolektif dalam tim, sekaligus menjaga motivasi dan ego para pemain senior lainnya yang juga ingin dihormati di ruang ganti.

Langkah Gasperini ini mengingatkan pada sistem serupa yang pernah diterapkan di beberapa klub Bundesliga dan Serie A, di mana ban kapten diberikan kepada pemain paling senior secara statistik, bukan sekadar sosok karismatik.

Ini menjadi sinyal bahwa di bawah Gasperini, Roma akan mengusung pendekatan lebih egaliter dan berbasis performa.

Tidak ada lagi ‘kapten abadi’ jika performanya tak maksimal atau jarang tampil.

Kebijakan ini pun langsung memicu perdebatan di kalangan tifosi. Sebagian mendukung karena menilai akan memperkuat rasa tanggung jawab kolektif, namun ada pula yang menganggap ban kapten harus tetap dipegang satu figur utama sebagai simbol.

Kebijakan Gasperini membuka wacana baru soal bagaimana kepemimpinan dibangun dalam sepak bola modern.

Di tengah dinamika ruang ganti dan jadwal padat, sistem ban kapten bergilir bisa menjadi solusi. Tapi... apakah semua pemain bisa menerima?

“Semua ini soal rasa hormat, konsistensi, dan kepercayaan. Kalau rotasi terlalu sering, bisa-bisa malah kehilangan wibawa,” ujar seorang mantan kapten Serie A yang enggan disebut namanya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Roma era Gasperini #gian piero gasperini #AS Roma #gasperini #serie A #lorenzo pellegrini #rotasi ban kapten #I Giallorossi