RADARTUBAN – BRI Super League 2025/2026 dibanjiri pemain asing, tapi hanya segelintir yang punya label prestisius: pemain tim nasional.
Dari total 158 pemain impor yang tersebar di 18 klub, hanya 14 orang yang tercatat masih aktif membela negaranya di level internasional.
Sisanya datang dengan latar belakang beragam, bahkan sebagian besar dari kompetisi kasta menengah hingga bawah.
Nama-nama ini jelas jadi sorotan karena membawa reputasi negara masing-masing ke kancah sepak bola Indonesia.
Ada Cornelius Stewart (Semen Padang) dari St. Vincent and the Grenadines, Andres Nieto dan Fareed Sadat (Bhayangkara FC) yang mewakili Kamboja dan Afghanistan, hingga Pablo Ganet (Persita) yang merupakan pilar Guinea Khatulistiwa.
Daftar semakin berwarna dengan kehadiran Tamirlan Kozubaev (Kirgizstan) dan Rakhmatsho Rakhmatzoda (Tajikistan) di lini belakang, lalu Sudi Abdallah dan Najeeb Yakubu (Persijap) dari Burundi dan Niger.
Frans Putros (Persib) dan Gali Freitas (Persebaya) menambah aroma Timur Tengah dan Asia Tenggara, sedangkan Mohammad Al-Husseini (Lebanon) serta Christophe Nduwarugira (Burundi) memperkuat Borneo FC Samarinda.
Dua nama terakhir, Yuran Fernandes (PSM) dari Tanjung Verde dan Kadu Monteiro (PSBS) dari Angola, menutup daftar eksklusif ini.
Meski jumlahnya kecil, pemain berstatus timnas sering menjadi pembeda di lapangan—bukan hanya karena kualitas individu, tapi juga mental bertanding yang terasah di level internasional.
Namun, fakta bahwa hanya 14 dari 158 pemain asing yang memiliki label ini memunculkan tanda tanya: apakah Super League lebih mementingkan kuota pemain asing ketimbang kualitasnya?
Pengamat sepak bola menilai, I.League sebagai operator harus memperketat regulasi rekrutmen. Kehadiran pemain timnas memang memberi nilai jual, tapi klub juga wajib memastikan pemain asing lain punya rekam jejak kompetitif yang jelas.
Tanpa itu, banjir pemain asing justru berisiko mengurangi daya saing liga.
Daftar Pemain Asing Berstatus Timnas di Super League 2025/26:
1. Cornelius Stewart – Semen Padang (St. Vincent and the Grenadines)
2. Andres Nieto – Bhayangkara FC (Kamboja)
3. Fareed Sadat – Bhayangkara FC (Afghanistan)
4. Pablo Ganet – Persita (Guinea Khatulistiwa)
5. Tamirlan Kozubaev – Persita (Kirgizstan)
6. Rakhmatsho Rakhmatzoda – PSIM (Tajikistan)
7. Sudi Abdallah – Persijap (Burundi)
8. Najeeb Yakubu – Persijap (Niger)
9. Frans Putros – Persib (Irak)
10. Gali Freitas – Persebaya (Timor Leste)
11. Mohammad Al-Husseini – Borneo FC Samarinda (Lebanon)
12. Christophe Nduwarugira – Borneo FC Samarinda (Burundi)
13. Yuran Fernandes – PSM (Tanjung Verde)
14. Kadu Monteiro – PSBS (Angola)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni