Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gianfranco Zola: Sang Pesulap dari Sardinia yang Menyihir Napoli, Parma, dan Chelsea

Tulus Widodo • Minggu, 10 Agustus 2025 | 00:59 WIB
Gianfranco Zola
Gianfranco Zola

RADARTUBAN – Dalam sejarah sepak bola, ada pemain yang dikenal karena gol-golnya, ada pula yang diingat karena teknik dan keanggunannya di lapangan.

Gianfranco Zola memiliki semuanya. Pria mungil bertinggi 168 cm kelahiran Oliena, Italia, 5 Juli 1966 ini adalah paket lengkap: kaki yang lembut seperti sutra, visi permainan yang brilian, dan kemampuan mencetak gol yang kerap membuat penonton ternganga.

Tak heran jika ia dijuluki “Maradona dari Sardinia” dan “The Magician” alias Sang Pesulap.

Zola mengawali karier profesionalnya di SSC Napoli (1989–1993), sebuah periode emas yang mempertemukannya dengan ikon sepak bola dunia, Diego Maradona.

Bersama Maradona, Zola belajar seni mengendalikan bola dan mengatur tempo permainan. Hasilnya? Gelar Serie A 1989–1990 masuk dalam lemari trofinya.

Hijrah ke Parma (1993–1996), Zola tak sekadar bersinar, ia menyulap klub menjadi kekuatan baru Serie A.

Prestasi puncaknya adalah menjuarai Piala UEFA 1994–1995 dan Piala Super UEFA 1993, menegaskan reputasinya sebagai salah satu gelandang serang terbaik Eropa.

Tahun 1996 menjadi titik balik karier Zola. Datang ke Chelsea dengan nomor punggung 25, ia langsung menjadi favorit publik Stamford Bridge.

Dalam tujuh musim (1996–2003), Zola mengantar The Blues meraih Piala FA (2 kali), Piala Liga Inggris, Piala Winners UEFA, dan Piala Super UEFA.

Bukan hanya trofi, Zola juga meraih Pemain Terbaik FWA (1997), Pemain Terbaik Tahunan Chelsea (1999, 2003), hingga gelar paling prestisius dari para fans: Pemain Chelsea Terbaik Sepanjang Masa (2003).

Menutup kariernya di tanah kelahiran bersama Cagliari (2003–2005), Zola kembali membuat sejarah. Pemain yang mencatatkan 35 caps dan 10 gol di Timnas Italia itu membantu klub promosi ke Serie A, lalu pensiun dengan status pahlawan lokal.

Statistik Prestasi Tim & Individu

Napoli: Serie A (1989–90)

Parma: Piala Super UEFA (1993), Piala UEFA (1994–95)

Chelsea: Piala FA (1996–97, 1999–00), Piala Liga (1997–98), Piala Winners UEFA (1997–98), Piala Super UEFA (1998)

Individu: Pemain Terbaik FWA (1997), Pemain Terbaik Chelsea (1999, 2003), Pemain Chelsea Terbaik Sepanjang Masa (2003)

Selepas menggantung sepatu, Zola mencoba dunia kepelatihan: dari West Ham United, Watford, Cagliari, hingga Birmingham City, plus menjadi asisten Maurizio Sarri di Chelsea (2018–2019).

Meski tak secemerlang masa bermainnya, karier ini menunjukkan cintanya pada sepak bola tak pernah padam.

Bagi pecinta sepak bola, Zola bukan sekadar pemain, ia adalah seniman lapangan hijau.

Gol-golnya bukan hanya menambah angka di papan skor, tapi juga menciptakan momen yang abadi di ingatan.

Dari Napoli ke London, dari Sardinia ke pentas Eropa, namanya akan selalu disebut di antara yang terbaik. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#diego maradona #the magicians #zola #parma #gianfranco zola #serie A #Pemain terbaik Chelsea #chelsea #Maradona dari Sardinia #SSC Napoli