Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bukan Gol, tapi Jiwa: Nermin Haljeta Jadi Benteng Pertama PSIM Hancurkan Persebaya di GBT

Tulus Widodo • Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:01 WIB
Dalam laga debut BRI Super League 2025/2026, Nermin Haljeta membuktikan bahwa peran striker tak selalu soal gol.
Dalam laga debut BRI Super League 2025/2026, Nermin Haljeta membuktikan bahwa peran striker tak selalu soal gol.

RADARTUBAN – Sorak-sorai ribuan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/8) malam, seketika teredam oleh satu nama: Nermin Haljeta.

Bukan karena dia mencetak gol, bukan pula karena trik memukau yang viral di media sosial, melainkan karena perannya yang nyaris tak terlihat di papan skor, tetapi terasa di denyut jantung pertahanan PSIM Yogyakarta.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, bahkan tak ragu menyebut sang striker asal Slovenia itu sebagai “bek pertama” timnya.

Dalam laga perdana BRI Super League 2025/2026 yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Persebaya, Haljeta menunjukkan kelas yang berbeda.

“Saya sangat puas dengan penampilannya. Dia bertahan dengan penuh energi. Di babak pertama, dia sedikit kurang beruntung dalam penguasaan bola. Tapi di babak kedua, dia jauh lebih baik,” ujar Van Gastel dalam jumpa pers pascalaga.

Di mata Van Gastel, peran Haljeta jauh melampaui tugas konvensional seorang striker.

Pemain 28 tahun itu menjadi garis depan pressing, mengganggu build-up lawan, memaksa bek-bek Persebaya mengirim bola panjang, hingga memaksa gelandang mereka kehilangan tempo.

“Yang kami butuhkan adalah bertahan dengan 11 pemain. Dan saya pikir Nermin adalah pemain pertama di lini pertahanan kami,” tuturnya.

“Seorang kiper memang penyerang pertama dalam transisi menyerang, tapi dalam pressing, Nermin adalah contoh sempurna. Energinya menular ke semua pemain,” lanjut pelatih asal Belanda itu.

Meski tak mencetak gol, catatan statistik Haljeta berbicara lantang: 6 tekel sukses, 3 intersep, dan 2 kali memenangi duel udara yang memutus aliran bola Persebaya dari lini tengah.

Bahkan, striker bertinggi badan 1,95 meter itu sempat memaksa kiper Ernando Ari melakukan clearance terburu-buru pada menit ke-74, momen yang memicu serangan balik PSIM.

Bagi Haljeta, mungkin tidak ada selebrasi megah malam itu.

Namun bagi PSIM, kemenangan ini adalah pesan moral: tim ini siap bersaing bukan hanya dengan kaki, tapi dengan hati dan mental baja.

Di bangku cadangan, Van Gastel tersenyum puas. Dia tahu, dengan striker seperti Haljeta yang mau “kotor-kotoran” di lini depan, PSIM punya senjata rahasia yang sulit dibaca lawan.

Sementara itu, bagi para suporter PSIM yang memadati tribun tamu, sosok Haljeta sudah mulai mendapat tempat di hati.

Bukan sebagai pencetak gol semata, tapi sebagai simbol kerja keras dan pengorbanan—sesuatu yang sering kali lebih berharga daripada angka di papan skor. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#stadion gelora bung tomo #nermin haljeta #bonek #striker #BRI Super League #surabaya #psim